RADAR PALU - Asosiasi Pengusaha Indonesia atau APINDO Sulawesi Tengah meminta para pelaku usaha di kawasan wisata Tanjung Karang untuk memasang daftar harga jual secara terbuka guna menghindari kesalahpahaman dengan pengunjung.
Ketua DPP APINDO Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra mengatakan, transparansi harga menjadi langkah penting agar wisatawan mengetahui harga makanan maupun minuman sebelum melakukan pemesanan.
“Sebaiknya pelaku usaha membuat daftar harga lalu ditempel di tempat yang mudah dilihat pengunjung. Dengan begitu tidak ada lagi keluhan yang berujung viral di media sosial,” ujar Wijaya Chandra saat berkunjung ke kawasan wisata Tanjung Karang, Jumat (8/5).
Baca Juga: May Day 2026 Sulteng: Buruh, APINDO dan Pemprov Solid Bangun SDM Pekerja
Pria yang akrab disapa Ko Awi itu menyayangkan munculnya isu harga makanan yang dianggap mahal hingga ramai diperbincangkan di media sosial.
Menurutnya, pelaku UMKM di kawasan wisata tersebut perlu mendapat dukungan karena sebagian besar pedagang dinilai tetap menjual sesuai harga pasar.
Hal itu disampaikannya saat berdialog dengan Norma, pemilik Warung Mutiara di Tanjung Karang. Norma mengaku selama ini selalu memberi kesempatan kepada pembeli untuk memilih sendiri ikan yang ingin dibakar sekaligus menyampaikan harga sebelum pesanan diproses.
Baca Juga: Momentum May Day, Apindo Sulteng Ajak Sinergi Hadapi Tekanan Ekonomi
Ia menjelaskan harga ikan bakar di kawasan wisata tersebut bersifat fluktuatif mengikuti harga pasar. Karena itu, ketika harga ikan di pasaran naik, harga jual kepada konsumen juga ikut menyesuaikan.
“Pembeli sebenarnya sudah mengetahui harga sebelum memesan. Jadi kami juga kaget ketika ada keluhan soal harga yang kemudian viral di media sosial,” kata Norma.
Menurutnya, harga ikan bakar yang dijual sudah termasuk nasi, sambal, sayur, kerupuk hingga air minum isi ulang.
Baca Juga: Kemenkum Sulteng dan APINDO Perkuat Sinergi, Dorong Produk Unggulan UMKM Tembus Pasar Global
Sementara untuk menu lain seperti pisang goreng, rata-rata dijual sekitar Rp25 ribu per porsi, tergantung biaya bahan baku dan operasional masing-masing penjual.
Norma juga menyarankan pengunjung untuk aktif menanyakan harga atau melakukan negosiasi sebelum memesan makanan.
Bahkan, kata dia, porsi makanan dapat disesuaikan dengan anggaran pengunjung.
Baca Juga: APINDO Sulteng Dorong Skema CSR untuk Cetak SDM Siap Kerja, Serapan Tenaga Lokal Jadi Kunci
“Kalau ingin menyesuaikan budget juga bisa, misalnya pesan sesuai nominal tertentu,” ujar Ko Awi menambahkan.
Terkait isu tarif sewa gazebo yang disebut mencapai Rp500 ribu, Norma membantah informasi tersebut.
Ia menegaskan tarif sewa gazebo di kawasan wisata Tanjung Karang umumnya berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu dan masih dapat dinegosiasikan. ***
Editor : Talib