RADAR PALU - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mulai mengarahkan langkah strategis untuk menembus pasar global produk unggulan Sulteng melalui perluasan kerja sama internasional.
Dalam upaya membuka akses pasar global produk unggulan Sulteng, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, memanfaatkan pertemuan dengan perwakilan Kementerian PAN-RB sebagai momentum membangun koneksi ekonomi yang lebih luas.
Dalam diskusi tersebut, Gubernur menyoroti potensi besar komoditas lokal yang dinilai mampu bersaing di pasar internasional.
“Kita punya banyak produk unggulan, seperti tenun Donggala, hasil pertanian, perikanan, dan perkebunan yang bisa kita dorong ke pasar ekspor,” ujarnya.
Baca Juga: Ide Gubernur Anwar Hafid Rancang Sister Province Hainan dan Sichuan Dinilai Strategis
Pertemuan itu juga melibatkan Andi Rahadian, yang baru dilantik pada April 2026. Ia menilai peluang ekspor dari Sulawesi Tengah cukup besar, khususnya untuk komoditas tertentu.
“Produk seperti durian, kelapa, hingga olahan beku memiliki potensi besar untuk ekspor. Tinggal bagaimana kita dorong akses pasarnya,” jelasnya.
Gubernur juga menyinggung pentingnya menjajaki kerja sama dengan negara Timur Tengah, seperti Oman, yang dinilai memiliki peluang pasar menjanjikan.
“Negara seperti Oman punya potensi besar. Kita perlu melihat langsung peluang kerja sama yang bisa dikembangkan di sana,” katanya.
Selain itu, pemerintah daerah mendorong pembukaan jalur ekspor langsung guna mengurangi ketergantungan pada negara perantara. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional.
Di sektor pariwisata, peningkatan konektivitas melalui rute penerbangan internasional juga menjadi fokus untuk menarik wisatawan asing sekaligus membuka peluang investasi.
“Konektivitas yang terbuka akan mendorong wisatawan datang dan memperluas peluang investasi,” tambah Gubernur.
Ia juga menyoroti kawasan Banggai sebagai salah satu destinasi unggulan dengan potensi wisata bahari yang menarik bagi pasar global.
Melalui strategi ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berupaya mengintegrasikan penguatan birokrasi dengan pengembangan ekonomi daerah, guna meningkatkan daya saing sekaligus kesejahteraan masyarakat.***
Editor : Muhammad Awaludin