RADAR PALU - Ampana kembali dihantam banjir mendadak. Hujan deras yang turun Sabtu sore membuat debit sungai naik cepat, lalu meluap dan menyeret apa pun di sekitarnya.
Dalam hitungan jam, arus berubah ganas. Bantaran terkikis, dan beberapa tiang listrik dilaporkan roboh setelah tanah di sekelilingnya tergerus air.
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 02 Mei 2026 sekitar pukul 16.00 WITA. Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan Ampana tanpa jeda cukup lama. Air dari hulu mengalir deras, mempercepat kenaikan debit sungai hingga melampaui kapasitas aliran.
Baca Juga: Asah Kesiapsiagaan Personel, BPBD Sulteng Gelar Peralatan Jelang HKBN 2026
Saat volume air meningkat, tekanan arus langsung menghantam sisi-sisi sungai. Tanah di bantaran tak mampu menahan beban, memicu erosi yang cukup parah. Beberapa titik dilaporkan ambles, termasuk area yang menopang tiang listrik.
Dampaknya langsung terasa. Sejumlah tiang listrik PLN di sekitar bantaran roboh setelah fondasinya terkikis. Kondisi ini tidak hanya membahayakan warga, tetapi juga berpotensi mengganggu pasokan listrik di wilayah terdampak.
Di tengah kondisi itu, BPBD Kabupaten Tojo Una-Una langsung mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang disertai angin kencang.
Baca Juga: BPBD Sulteng: Angin Puting Beliung di Touna, Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon
Pihak BPBD mengingatkan, cuaca ekstrem seperti ini berisiko memicu bencana lanjutan seperti banjir susulan, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Terlebih, kondisi tanah di sekitar bantaran sungai sudah jenuh air dan rawan longsor.
Selain itu, masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar rumah, terutama di area terbuka dan sekitar aliran sungai. Angin kencang yang menyertai hujan berpotensi merusak bangunan ringan, baliho, hingga mengganggu aktivitas harian.
Warga yang berada di sekitar aliran sungai sempat panik melihat perubahan arus yang begitu cepat. Dalam waktu singkat, air meluap ke area yang lebih rendah, membawa material lumpur dan ranting.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca dari sumber resmi seperti BMKG. Langkah ini penting agar warga bisa mengantisipasi perubahan cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Selain ancaman banjir, risiko lain yang muncul adalah longsoran susulan. Tanah yang sudah tergerus berpotensi runtuh kapan saja, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Warga juga diminta menjauhi lokasi tiang listrik yang roboh. Selain risiko tertimpa material, potensi bahaya kelistrikan menjadi perhatian serius jika masih terdapat aliran listrik aktif.
Hingga saat ini, kondisi di Ampana masih dalam pemantauan. BPBD menegaskan kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalkan dampak yang lebih luas.
Jika hujan kembali turun, potensi banjir susulan tetap terbuka. Warga diminta tetap siaga dan segera mengungsi ke tempat aman jika situasi memburuk.***
Editor : Muhammad Awaludin