RADAR PALU - Masalah hunian di Sulawesi Tengah belum selesai. Angkanya bahkan bikin geleng kepala—78 ribu rumah tangga masih tinggal di rumah tidak layak huni.
Fakta itu disampaikan langsung Reny Lamadjido saat mengukuhkan pengurus baru BAMAG Sulawesi Tengah di Gedung Pogombo, Palu, Jumat (1/5/2026). Pesannya tegas: gereja tidak boleh hanya bicara iman, tapi harus hadir di tengah masalah sosial.
“Gereja harus jadi kekuatan sosial. Tidak hanya bidang pembinaan iman, tapi hadir menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Reny di hadapan pengurus yang baru dilantik.
Baca Juga: Arahan Prabowo Soal Komisi Platform Bikin Deg-degan, Grab-GoTo: Kami Masih Menunggu
Dalam struktur baru, Lukky Semen dipercaya sebagai Ketua Umum. Ia didampingi Kaleb Tokii sebagai Sekretaris Umum dan Son Heri Polii sebagai Bendahara Umum.
Namun pelantikan ini bukan sekadar seremoni. Ada “PR besar” yang langsung disodorkan pemerintah.
Data tahun 2025 menunjukkan puluhan ribu warga masih hidup di rumah yang jauh dari standar layak. Kondisi ini tersebar di berbagai wilayah di Sulawesi Tengah, mulai dari kawasan perkotaan hingga pelosok desa.
Pemerintah pun tak ingin berjalan sendiri.
Baca Juga: Eksistensi Madrasah dan Generasi Emas Sebuah Refleksi Hardiknas 2026
Reny secara terbuka mengajak gereja ikut terlibat langsung, mulai dari pendataan hingga pendampingan warga.
“Kami minta gereja ikut mengidentifikasi dan membantu masyarakat. Penanganan rumah tidak layak huni akan jadi prioritas besar di 2027,” tegasnya.
Ajakan ini bukan tanpa alasan. Gereja dinilai punya jaringan kuat hingga ke tingkat akar rumput, yang bisa mempercepat penanganan masalah sosial.
Selain isu hunian, pemerintah juga tengah mendorong sejumlah program unggulan seperti “Berani Sehat”, “Berani Cerdas”, dan “Berani Berkah”.
Program ini menyasar kebutuhan dasar masyarakat—mulai dari layanan kesehatan hingga peningkatan kesejahteraan ekonomi.
“Kami tidak ingin ada warga yang tertinggal, apalagi tidak bisa berobat hanya karena masalah ekonomi,” lanjutnya.
Baca Juga: Poltekkes Palu Libatkan Kader, Edukasi Kalsium Jadi Senjata Cegah Hipertensi Ibu Hamil
Untuk mempercepat respon, pemerintah juga membuka kanal komunikasi langsung lewat Command Center Berani yang aktif 24 jam.
Warga bisa menyampaikan keluhan, kritik, hingga laporan melalui nomor 0811-666-2222.
“Ini ruang terbuka. Semua bisa bicara, kapan saja,” kata Reny.
Di akhir sambutannya, ia menaruh harapan besar pada kepengurusan BAMAG yang baru.
Menurutnya, organisasi ini harus menjadi perekat lintas gereja sekaligus motor penggerak aksi sosial.
“BAMAG harus hadir nyata. Perkuat toleransi dan beri dampak langsung ke masyarakat,” ujarnya.
Pelantikan ini turut dihadiri unsur Forkopimda, tokoh gereja, dan berbagai pemangku kepentingan di Sulawesi Tengah.
Kini, publik menunggu—apakah kolaborasi gereja dan pemerintah benar-benar bisa menjawab persoalan mendasar yang selama ini belum tuntas.***
Editor : Muhammad Awaludin