RADAR PALU – Perayaan Paskah Nasional ke-5 yang dipusatkan di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menghadirkan nuansa berbeda melalui kegiatan Karnaval Rohani yang mengangkat alur lengkap kisah Alkitab, mulai dari penciptaan hingga turunnya Roh Kudus.
Karnaval Rohani Kota Palu dimulai dari Lapangan GKST Imanuel Palu, sementara peserta dari Kabupaten Sigi mengambil titik start dari Taman Likuifaksi Biromaru.
Seluruh peserta kemudian bergerak menuju titik kumpul di Markas Komando (Mako) Batalyon A Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah, Desa Loru, Kecamatan Biromaru.
Person In Charge (PIC) kegiatan, Pendeta Fany Madayanto, M.TH, menjelaskan bahwa konsep karnaval tahun ini berbeda dari pelaksanaan di daerah lain yang umumnya hanya menampilkan karnaval Paskah secara umum.
“Di Palu dan Sigi, kami mengemasnya dalam bentuk cerita Alkitab secara utuh. Dimulai dari kisah penciptaan, Adam dan Hawa, kejatuhan manusia, kisah para nabi, masuk ke Perjanjian Baru tentang kelahiran Tuhan Yesus, karya-Nya bersama murid-murid, hingga kematian, kebangkitan, kenaikan ke surga, dan ditutup dengan peristiwa Pentakosta,” jelasnya Sabtu (25/4/2026).
Ia menyebutkan, karnaval ini menjadi yang pertama digelar dengan konsep tersebut dalam rangka menyukseskan Paskah Nasional ke-5 yang dipusatkan di Kabupaten Sigi. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan berbagai unsur gereja, sekolah, hingga lembaga Kristen.
Baca Juga: Panen Nila Bioflok di Sigi, Strategi Nyata Tekan Stunting dan Perkuat Ketahanan Gizi Masyarakat
“Ini juga menjadi bentuk kesaksian kepada masyarakat, sehingga mereka dapat memahami bahwa cerita Alkitab memiliki alur yang utuh dan berkesinambungan,” tambahnya.
Pendeta Fany mengungkapkan, antusiasme peserta cukup tinggi. Tercatat sekitar 18 hingga 20 gereja, lembaga, dan sekolah turut ambil bagian dalam karnaval tersebut, baik dari Kota Palu maupun Kabupaten Sigi.
Khusus dari Sigi, terdapat sembilan gereja yang ikut serta, sementara dari Palu sekitar 20 gereja meramaikan iring-iringan.
Baca Juga: Perda Pajak Sigi Direvisi, MBR Diprioritaskan: Rumah Pertama Jadi Syarat Kunci
Setiap peserta menampilkan cerita yang berbeda dalam bentuk atraksi kreatif sepanjang rute karnaval hingga finis di Mako Brimob.
Panitia juga menyiapkan apresiasi bagi peserta terbaik dengan kategori juara satu hingga tiga, berdasarkan sejumlah kriteria penilaian seperti kreativitas, penguatan nilai rohani, serta penyampaian cerita.
“Penilaian dilakukan oleh delapan aras gereja, sehingga hasilnya diharapkan objektif dan mencerminkan kualitas penampilan masing-masing peserta,” ujarnya.
Baca Juga: Panen Nila Bioflok di Sigi, Strategi Nyata Tekan Stunting dan Perkuat Ketahanan Gizi Masyarakat
Ia berharap, kegiatan karnaval rohani ini dapat menjadi agenda tahunan dalam perayaan Paskah ke depan dengan partisipasi yang lebih luas.
“Harapan kami, ke depan karnaval seperti ini bisa terus dilaksanakan dan melibatkan lebih banyak gereja serta lembaga,” harapnya.
Usai karnaval, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Ibadah Paskah Pemuda pada pukul 17.30 WITA.
Baca Juga: Mensos Tinjau SRMP 22 Kabupaten Sigi, Batasi Gadget, Genjot Sekolah Permanen demi Masa Depan Siswa
Sementara itu, puncak kegiatan akan berlangsung pada Minggu, 26 April 2026, melalui Ibadah Paskah Umum mulai pukul 16.00 WITA, yang kemudian ditutup dengan acara seremonial pada pukul 18.30 Wita.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin