RADARPALU – Upaya pengendalian hipertensi berbasis masyarakat terus diperkuat. Tim dosen Poltekkes Kemenkes Palu menginisiasi Gerakan “CERDIK” (Cek kesehatan, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, Kelola stres) di Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung pada 20–22 April 2026 ini melibatkan 70 peserta.
Mereka terdiri atas tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, kader kesehatan, hingga pemerintah desa setempat.
Baca Juga: Digelandang ke Kantor, Jukir Liar Kena Semprot Pedas Satpol PP
Ketua tim pengabdian, Dr. Selvi Alfrida Mangundap, S.Kp., M.Si, menjelaskan bahwa program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan pengendalian hipertensi melalui perubahan perilaku hidup sehat.
“Melalui gerakan CERDIK, masyarakat diharapkan mampu melakukan deteksi dini hipertensi secara mandiri, sehingga dapat menekan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit ini,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, tim memberikan edukasi terkait hipertensi menggunakan media booklet, serta melatih 30 kader kesehatan dalam pengukuran tekanan darah.
Baca Juga: Jukir Liar Ditertibkan, Satgas Gabungan Sisir Jalanan Palu
Selain itu, diserahkan pula empat unit tensimeter digital kepada pemerintah desa untuk digunakan secara bergilir di setiap dusun.
Dua anggota tim pengabdian, Rina Tampake, S.Pd., S.Kep., Ns., M.Med.Ed dan Putu Candriasih, S.St., M.Kes, turut berperan aktif dalam edukasi dan pelatihan teknis kepada kader kesehatan.
Dr. Selvi menekankan pentingnya keberlanjutan program serupa di berbagai desa. Menurutnya, keterbatasan tenaga kesehatan di tingkat desa membuat peran kader dan masyarakat menjadi sangat vital.
“Kegiatan seperti ini harus rutin dilakukan, tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan yang jumlahnya terbatas. Peran masyarakat sangat penting dalam pencegahan,” tegasnya.
Ia juga berharap bantuan alat kesehatan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal. Pengukuran tekanan darah direncanakan dilakukan secara berkala setiap bulan oleh kader yang telah dilatih.
Selama kegiatan berlangsung, antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Peserta aktif mengikuti materi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait pola hidup sehat dan pencegahan hipertensi.
Baca Juga: Klub Akui Gagal Jaga Konsistensi, Burnley Susul Wolves Degradasi dari EPL
Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Ke depan, tim berharap gerakan CERDIK dapat menjadi model intervensi kesehatan masyarakat berbasis desa yang berkelanjutan.(*)
Editor : Mugni Supardi