RADAR PALU – Sidang Majelis Daerah Khusus (SMDK) Gereja Bethel Indonesia (GBI) se-Sulawesi Tengah yang digelar di Gedung Gereja GBI Bethany Parigi, Rabu (22/4/2026).
Tak sekadar menjadi agenda rutin organisasi keagamaan. Momentum ini justru menjadi panggung penting untuk menguji sejauh mana peran gereja benar-benar hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga harmoni sosial dan mendorong pembangunan daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, tokoh agama, serta peserta sidang dari berbagai wilayah di Sulawesi Tengah.
Baca Juga: TMMD ke 128 Dibuka Bupati Parimo
Namun, di balik suasana formal, terselip harapan besar agar forum ini tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan mampu melahirkan langkah konkret di tengah tantangan sosial yang kian kompleks.
Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bidang SDM, Pengembangan Kawasan dan Wilayah, Epi Satriani, menegaskan bahwa sidang ini harus melampaui batas internal gereja.
“Sidang majelis daerah khusus bukan hanya agenda organisasi, tetapi ruang strategis memperkuat persaudaraan dan merumuskan kontribusi nyata gereja dalam kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.
Baca Juga: Jemput Bola ke Kementan, Bupati Parimo Siapkan Strategi Hadapi Kemarau 2026
Ia menekankan, di tengah masyarakat yang majemuk, peran lembaga keagamaan tidak bisa lagi normatif. Gereja dituntut menjadi aktor aktif dalam merawat toleransi, memperkuat nilai moral, dan menjaga stabilitas sosial.
“Sinergi gereja dan pemerintah bukan pilihan, melainkan keharusan. Tanpa itu, harmoni hanya akan menjadi jargon,” ujarnya tajam.
Bupati juga mengingatkan bahwa Parigi Moutong sebagai daerah dengan keragaman tinggi membutuhkan peran nyata seluruh elemen, termasuk gereja, untuk menjadi perekat sosial dan penyejuk di tengah potensi gesekan.
Baca Juga: Pohon Tua Jadi Ancaman, Bupati Parimo Perintahkan Penertiban Menyeluruh
Ia berharap, dari sidang tersebut lahir keputusan yang tidak hanya normatif, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat, mulai dari program sosial hingga penguatan nilai kebersamaan di akar rumput.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah melalui sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Biro Hukum Setda Provinsi, Dr. Adiman, menyoroti pentingnya menjaga harmoni sebagai fondasi pembangunan.
Menurutnya, SMDK GBI harus menjadi ruang strategis untuk mempertegas arah pelayanan gereja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Sekkab Parimo Tegaskan Tak Ada Kebijakan Merumahkan PPPK, Bupati Pastikan Tetap Diperjuangkan
“Semangat harmoni bukan sekadar slogan. Gereja harus tampil sebagai pelopor kasih dan penjaga kedamaian di tengah dinamika sosial,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan keberagaman sebagai kekuatan kolektif, bukan sumber perpecahan, dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif.
Pelaksanaan sidang ini diharapkan memperkuat kemitraan gereja dan pemerintah, tidak hanya dalam retorika, tetapi juga dalam aksi nyata yang menyentuh persoalan sosial, memperkuat nilai kemanusiaan, dan menjaga stabilitas daerah.
Baca Juga: “Cepat, Mau Banjir!” Siswa di Parimo Terobos Sungai
Jika tidak, forum semacam ini berisiko hanya menjadi agenda seremonial tahunan yang kehilangan makna di tengah kebutuhan masyarakat yang semakin mendesak.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin