RADAR PALU – Peristiwa kecelakaan lalu lintas terjadi di kawasan rawan Gunung Santigi pada Minggu (20/4/2026), memicu kekhawatiran masyarakat terhadap tingkat keselamatan di jalur tersebut.
Hingga saat ini, identitas korban, jumlah korban, serta kronologi lengkap kejadian masih belum dapat dipastikan karena minimnya saksi dan kondisi lokasi yang relatif terpencil.
Informasi awal yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa kecelakaan diduga kuat disebabkan oleh kegagalan fungsi pengereman (rem blong) saat kendaraan melintasi jalur menurun yang dikenal cukup ekstrem.
Dugaan ini diperkuat oleh keterangan salah satu saksi mata bernama Riyan, yang mengaku melihat langsung detik-detik sebelum insiden terjadi.
“Saya melihat kendaraan itu melaju dari arah atas, tapi seperti tidak terkendali. Kemungkinan besar remnya tidak berfungsi. Di lokasi juga sangat sepi, jadi tidak ada yang langsung bisa menolong,” ungkap Riyan.
Kawasan Gunung Santigi sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di wilayah Sulawesi Tengah. Karakteristik jalan yang berkelok, turunan curam, serta minimnya penerangan dan aktivitas kendaraan pada jam-jam tertentu menjadi faktor yang kerap meningkatkan risiko kecelakaan.
Baca Juga: Jemput Bola ke Kementan, Bupati Parimo Siapkan Strategi Hadapi Kemarau 2026
Kondisi sepi di lokasi kejadian diduga turut memperlambat proses penanganan awal. Tidak adanya saksi lain maupun pengguna jalan yang melintas dalam waktu dekat membuat informasi terkait kejadian ini masih sangat terbatas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait mengenai waktu pasti kejadian, jenis kendaraan yang terlibat, serta kondisi korban.
Sementara itu, upaya penelusuran dan evakuasi diperkirakan menghadapi kendala akses, mengingat medan di sekitar lokasi yang cukup sulit dijangkau.
Baca Juga: Pohon Tua Jadi Ancaman, Bupati Parimo Perintahkan Penertiban Menyeluruh
Aparat diharapkan segera turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab pasti serta mengidentifikasi korban.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi para pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur pegunungan, khususnya di kawasan Santigi. Pemeriksaan kondisi kendaraan sebelum perjalanan, terutama sistem pengereman, dinilai sangat krusial untuk mencegah kejadian serupa.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin