RADARPALU – Banjir rob menerjang dua desa di Kecamatan Lakea, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Sabtu (18/4/2026) dini hari.
Sebanyak puluhan rumah warga terdampak, sementara sedikitnya 150 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Data yang dihimpun dari BPBD Provinsi Sulawesi Tengah menyebutkan, total sekitar 55 rumah warga terendam akibat gelombang pasang laut. Rinciannya, lima rumah di Desa Lakea I dan sekitar 50 rumah di Desa Ngune.
Baca Juga: Lintasan Ekstrem Bukit Uwetumbu Siap Uji Nyali Rider di Kejurprov MTB Downhill Sulteng 2026
Selain kerusakan permukiman, dampak paling signifikan terjadi di Desa Ngune, di mana sekitar 50 kepala keluarga atau 150 jiwa memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat terdekat. Beruntung, dalam peristiwa ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa.
Peristiwa banjir rob terjadi sekitar pukul 03.00 WITA, dipicu oleh gelombang pasang yang masuk ke wilayah permukiman pesisir. Air laut merendam rumah warga yang berada di dekat garis pantai.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama aparat desa setempat langsung bergerak melakukan asesmen di lokasi terdampak. Koordinasi juga dilakukan untuk penanganan lanjutan serta pemantauan kondisi di lapangan.
Baca Juga: Akhiri Penantian 25 Tahun, Coventry City Promosi ke Premier League
“Air laut sempat merendam permukiman warga, namun saat ini kondisi sudah mulai surut dan situasi berangsur kondusif,” demikian laporan BPBD.
Meski kondisi mulai membaik, kebutuhan penanganan jangka panjang menjadi perhatian. BPBD mencatat sejumlah kebutuhan mendesak, di antaranya pembangunan tanggul pengaman pantai serta relokasi rumah nelayan, khususnya di Desa Ngune yang terdampak paling parah.
Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah mitigasi guna mencegah kejadian serupa terulang, mengingat wilayah pesisir Buol cukup rentan terhadap fenomena banjir rob.(*)
Editor : Mugni Supardi