Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Akun @infogempadunia Luruskan Narasi Soal "Patahan Raksasa di Bawah Sulawesi"

Mugni Supardi • Sabtu, 18 April 2026 | 06:59 WIB
Ilustrasi.(Instagram/@infogempadunia)
Ilustrasi.(Instagram/@infogempadunia)

 

RADARPALU – Narasi yang menyebut munculnya “patahan raksasa di bawah Sulawesi” dan berpotensi memicu tsunami besar dinilai menyesatkan serta berpotensi memicu kepanikan masyarakat.

Klarifikasi tersebut disampaikan oleh akun edukasi kebencanaan @infogempadunia melalui unggahan di media sosial.

Dalam penjelasannya, akun tersebut menilai judul yang beredar bersifat sensasional dan tidak mencerminkan isi penelitian sebenarnya.

Baca Juga: Silaturrahim Kebangsaan, Ketua DPW PKS Hadiri Rakerwil NasDem

Disebutkan, referensi yang digunakan berasal dari studi ilmiah berjudul “Offshore Crustal Thickness Variation along the Palu-Koro Strike-Slip Fault in the Sulawesi Region from OBS Receiver Function Analysis” yang terbit pada Juli 2025.

Penelitian tersebut, lanjutnya, tidak membahas penemuan patahan baru, melainkan mengkaji struktur kerak bumi di wilayah Sulawesi yang kompleks, termasuk hubungan antara Sesar Palu-Koro, Selat Makassar, dan zona subduksi Sulawesi Utara.

“Jadi, sangat jelas bahwa penelitian itu bukan tentang munculnya sesar baru secara tiba-tiba,” tulis akun @infogempadunia.

Baca Juga: Green Jobs Fest 2026 Dorong Talenta Muda Kembangkan Karier Berbasis Potensi Hijau Lokal

Dalam klarifikasinya, akun tersebut juga menyoroti narasi yang mengaitkan penelitian tersebut dengan penyebab utama tsunami Palu 2018. Menurutnya, hal itu tidak tepat.

Faktanya, tsunami di Teluk Palu terjadi akibat kombinasi faktor, termasuk longsoran material dalam jumlah besar di sepanjang pesisir teluk, bukan semata-mata akibat pergerakan patahan.

“Mengaitkan penelitian tersebut sebagai penjelas utama tsunami Palu 2018 adalah keliru,” jelasnya.

Lebih jauh, akun tersebut menilai permasalahan utama terletak pada penggunaan judul yang bersifat clickbait tanpa diimbangi pemahaman isi penelitian secara menyeluruh.

Padahal, penelitian tersebut justru bertujuan untuk memahami kompleksitas tektonik Sulawesi guna mendukung upaya mitigasi bencana di masa depan.

Masyarakat pun diimbau untuk tidak mudah terpancing oleh judul yang menakutkan, serta membiasakan diri memeriksa sumber informasi secara utuh.

Baca Juga: Belajar dari Gempa 2018, Mitigasi dan Literasi Jadi Kunci

“Tidak semua judul yang menyeramkan mencerminkan isi penelitian. Penting untuk membaca secara lengkap dan mencari referensi tambahan,” tulisnya.

Meski demikian, masyarakat tetap diingatkan untuk waspada, mengingat Sesar Palu-Koro merupakan salah satu sesar aktif yang berpotensi memicu gempa berulang.

Namun, kewaspadaan tersebut diharapkan tidak berubah menjadi kepanikan, melainkan diimbangi dengan peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan bencana.(*)

Editor : Mugni Supardi
#info gempa #patahan raksasa #tsunami Palu 2018 #Sesar Palu Koro #sulawesi