Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

32 Ribu Rumah Reyot di Sulteng Jadi Prioritas, Skema Bantuan Dirombak

Annisa Wibdy • Jumat, 17 April 2026 | 14:46 WIB
Kepala Dinas Perkimtan Sulteng, Akris Fatah Yunus, (Annisa Wibdy)
Kepala Dinas Perkimtan Sulteng, Akris Fatah Yunus, (Annisa Wibdy)

RADAR PALU - Sebanyak 32.592 rumah tak layak huni milik warga sangat miskin di Sulawesi Tengah kini jadi fokus utama pemerintah. Skema bantuan pun dirombak agar lebih cepat, tepat, dan menjangkau lebih banyak penerima.

Program ini dijalankan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Sulteng sebagai prioritas gubernur per April 2026. Total rutilahu di daerah ini mencapai 80.694 unit.

Kepala Dinas Perkimtan Sulteng, Akris Fatah Yunus, menyebut kelompok desil 1 mendominasi hingga 40,34 persen. “Masyarakat sangat miskin harus jadi prioritas utama,” tegasnya. 

Baca Juga: Bupati Verna Tekankan Pemberangkatan JCH Poso Aman Lancar

Skema Lama Dievaluasi

Pemprov tak lagi terpaku pada pembangunan rumah baru. Hasil uji coba menunjukkan pendekatan itu belum efisien untuk skala besar.

Sebelumnya, satu unit rumah dibangun dengan anggaran Rp80 juta dan rampung dalam 13 hari. Program ini sudah diuji di Tojo Una-Una, Donggala, Tolitoli, dan Buol. 

Baca Juga: Distribusi Minyak di Sulteng Sempat Terkendala, Bulog Optimistis Harga Segera Turun

Namun, kebutuhan di lapangan ternyata lebih beragam. Banyak rumah yang masih bisa diperbaiki tanpa harus dibangun ulang.

Fokus Rehabilitasi Bertahap

Model baru kini disiapkan: rehabilitasi ringan, sedang, hingga berat. Pendekatan ini dinilai lebih realistis dan hemat anggaran.

Untuk perbaikan ringan, anggaran sekitar Rp30 juta. Kategori sedang Rp50 juta, sementara pembangunan baru bisa mencapai Rp100 juta per unit.

“Tidak semua rumah harus dibangun baru. Kita sesuaikan dengan tingkat kerusakan,” jelas Akris.

Verifikasi lapangan masih berjalan untuk memastikan klasifikasi kondisi rumah agar intervensi tepat sasaran.

Dampak Langsung ke Kemiskinan

Program ini tak sekadar urusan fisik bangunan. Pemerintah menargetkan dampak langsung pada penurunan kemiskinan. 

Baca Juga: Rakernis Bidpropam, Kapolda Sulteng Ingatkan Anggota Polri Kini Dinilai dari Hukum, Etika, dan Rasa Keadilan

Saat ini, angka kemiskinan Sulteng berada di kisaran 10,52 persen. Di sisi lain, sekitar 12 persen rumah masih tergolong tidak layak huni.

Perbaikan hunian dinilai krusial karena berkaitan dengan kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup keluarga miskin.

Program rutilahu akan dijalankan bertahap tiap tahun dengan skema yang terus disempurnakan. Targetnya jelas: mempercepat penurunan kemiskinan lewat hunian yang lebih layak dan manusiawi.***

Editor : Muhammad Awaludin
#kemiskinan Sulteng #rutilahu sulteng #perkimtan #rumah layak huni #Bantuan rumah hunian