Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Kebakaran Hanguskan Rumah Guru di Moutong Timur, Polisi Duga Korsleting Listrik

Rahmad Fadhil • Jumat, 17 April 2026 | 12:49 WIB
RUMAH DINAS TERBAKAR: Aparat kepolisian bersama warga melakukan penanganan pascakebakaran di perumahan guru SD Inpres Moutong Timur, Desa Salepae, Kecamatan Moutong, Kamis (16/4/2026).(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).
RUMAH DINAS TERBAKAR: Aparat kepolisian bersama warga melakukan penanganan pascakebakaran di perumahan guru SD Inpres Moutong Timur, Desa Salepae, Kecamatan Moutong, Kamis (16/4/2026).(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).

RADAR PALU – Peristiwa kebakaran melanda perumahan guru SD Inpres Moutong Timur yang berada di Dusun III, Desa Salepae, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 12.05 WITA.

Insiden ini menghanguskan dua unit ruangan rumah dinas guru dan menyebabkan kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Kebakaran pertama kali diketahui saat para siswa tengah menjalani waktu istirahat dan bersiap melaksanakan salat Dzuhur. Teriakan “kebakaran” dari para siswa sontak memicu kepanikan di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Pohon Tua Jadi Ancaman, Bupati Parimo Perintahkan Penertiban Menyeluruh

Saksi sekaligus korban, Nurhatima Lakita (30), yang merupakan seorang guru, mengaku langsung bergegas keluar dari ruang kantor setelah mendengar teriakan tersebut. Saat tiba di lokasi, api sudah membesar dan melalap salah satu unit perumahan.

Api diketahui berasal dari perumahan Dahlia dan dengan cepat menjalar ke perumahan Melati yang juga ditempati korban.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu segera berdatangan dan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, sebelum petugas pemadam kebakaran bersama aparat kepolisian tiba di lokasi.

Baca Juga: Sekkab Parimo Tegaskan Tak Ada Kebijakan Merumahkan PPPK, Bupati Pastikan Tetap Diperjuangkan

Sekitar pukul 13.30 WITA, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sejumlah barang berharga milik korban ludes terbakar, mulai dari perabot rumah tangga hingga dokumen penting.

Kapolsek Moutong, AKP Felix Alfins Saudale, S.H., yang turun langsung ke lokasi bersama anggotanya, menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan langkah awal penanganan, termasuk olah tempat kejadian perkara dan pengumpulan keterangan saksi.

“Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh arus pendek listrik. Namun kami masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kejadian ini,” ujarnya.

Baca Juga: “Cepat, Mau Banjir!” Siswa di Parimo Terobos Sungai

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik yang tidak layak maupun penggunaan peralatan listrik secara berlebihan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing guna mencegah kebakaran. Selain itu, warga juga diharapkan tetap waspada terhadap potensi tindak kejahatan yang bisa memanfaatkan situasi darurat,” tegasnya.

Akibat kejadian ini, total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp25 juta. Pihak kepolisian memastikan akan terus mendalami kasus tersebut guna memastikan tidak ada unsur lain di balik peristiwa kebakaran ini.

Baca Juga: Parimo Jadi Sorotan, Program Berani Berdering Sasar Desa Terpencil

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan bahaya kebakaran yang dapat terjadi kapan saja, serta pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
#Peristiwa kebakaran #Membakar rumah dinas guru #Waktu istirahat #Warga menggunakan peralatan seadanya