RADAR PALU – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan dampak nyata di lingkungan sekolah. Di MTs Muhammadiyah Palu, program ini tak hanya soal makanan, tetapi juga mengubah semangat dan kebiasaan siswa dalam bersekolah.
Sejak MBG berjalan, tingkat kehadiran siswa di sekolah yang berlokasi di Jalan Letjend Suprapto, Kelurahan Besusu Tengah, Kecamatan Palu Timur itu mengalami peningkatan. Siswa terlihat lebih antusias mengikuti pelajaran, bahkan sejak pagi hari.
Kepala Madrasah MTs Muhammadiyah Palu, Hj. Mizan S.Pd., M.M., mengungkapkan bahwa program ini memberi dampak langsung bagi para siswa, terutama dari sisi semangat belajar.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Tegaskan Informasi Pendaftaran Pangkalan LPG Berbayar adalah Hoax
“Alhamdulillah, pelaksanaan MBG kami sangat merespon. Anak-anak sekarang lebih semangat dan rajin hadir ke sekolah. Program ini sangat membantu siswa,” ujarnya.
Yang menarik, MBG juga menjadi solusi bagi siswa yang sebelumnya kerap datang tanpa membawa uang jajan. Kini, mereka tetap bisa menikmati waktu istirahat dengan tenang tanpa merasa tertinggal dari teman-temannya.
“Apalagi kemarin ada anak-anak kami yang tidak bawa uang jajan, mereka sangat senang karena tetap bisa makan. Ini yang membuat mereka lebih semangat ke sekolah,” tambahnya.
Baca Juga: Pegadaian Talise Edukasi Investasi Emas di Untad, Dorong Mahasiswa Melek Keuangan
Tak hanya itu, program ini juga membantu siswa lebih hemat. Uang jajan yang biasanya digunakan untuk membeli makanan kini bisa disimpan atau digunakan untuk kebutuhan lain.
Meski begitu, pihak sekolah tetap menerima masukan dari siswa, terutama terkait porsi makanan. Beberapa siswa mengaku porsi nasi masih kurang, namun hal tersebut langsung disikapi dengan edukasi.
“Saya sampaikan ke anak-anak, MBG ini bukan untuk kenyang, tapi untuk memenuhi gizi. Menu yang diberikan sudah dihitung oleh ahli,” jelas Hj. Mizan.
Baca Juga: Ayah Tiri Diduga Eksploitasi Anak, Laporan Mengendap Setahun
Selama kurang lebih dua bulan pelaksanaan, program MBG di sekolah tersebut berjalan lancar tanpa kendala berarti. Distribusi makanan dinilai tepat waktu dan sesuai dengan jadwal istirahat siswa.
Setiap harinya, makanan tiba sekitar pukul 09.30 WITA dan langsung dibagikan oleh wali kelas kepada siswa di ruang kelas masing-masing.
Saat ini, sebanyak 162 siswa dan 16 guru di MTs Muhammadiyah Palu telah merasakan manfaat program tersebut. Bahkan, para guru juga ikut mendapatkan jatah makanan yang sama.
Baca Juga: Kenapa Laporan Keuangan Wajib Ada dalam Pelaporan SPT Tahunan Badan?
Ke depan, pihak sekolah berharap program ini terus berlanjut dengan peningkatan kualitas, khususnya dalam variasi menu agar siswa tidak merasa bosan.
“Harapan kami tentu program ini bisa terus berjalan. Mungkin variasi menu bisa ditambah, karena selera anak-anak berbeda-beda. Tapi secara umum, ini sangat membantu,” pungkasnya.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin