RADAR PALU - Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh pada tanggal 1 Mei, Serikat Tani Sigi (STS) secara resmi menyuarakan sejumlah poin krusial terkait persoalan agraria yang dihadapi para petani di wilayah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Kendati membawa berbagai aspirasi penting, organisasi petani ini secara tegas mengimbau seluruh anggotanya dan masyarakat luas untuk bersama-sama menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
Ketua Serikat Tani Sigi (STS), Darvan Sahuri, mengungkapkan bahwa ketimpangan lahan dan pemenuhan hak-hak petani kecil masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
Baca Juga: Sigi Bersiap Tuan Rumah Paskah Nasional, Bupati Rizal Soroti Kekuatan Pertanian dan Pariwisata
Menurutnya, momentum Hari Buruh bukan hanya milik pekerja pabrik atau sektor formal, melainkan juga para buruh tani yang hidup dalam keterbatasan akses terhadap sumber daya agraris.
"Isu agraria adalah urat nadi kehidupan masyarakat Sigi yang mayoritas menggantungkan hidup pada sektor pertanian," ujar Darvan dalam keterangannya.
"Kami terus mendorong adanya percepatan penyelesaian konflik lahan serta pelaksanaan reforma agraria yang berkeadilan agar petani memiliki kepastian hukum atas tanah garapan mereka," tegasnya.
Baca Juga: Perlindungan Pekerja Jadi Fokus, BPJS Ketenagakerjaan dan Kejari Sigi Pererat Sinergi
Menjaga Kondusivitas Daerah
Menyuarakan hak adalah hal yang dilindungi oleh undang-undang. Namun, pihaknya menilai bahwa kebebasan tersebut harus diiringi dengan tanggung jawab moral untuk tidak memicu gesekan atau tindakan yang dapat merugikan ketertiban umum.
Pendekatan audiensi langsung serta penyampaian petisi secara damai dinilai jauh lebih efektif dalam menjembatani kepentingan buruh dengan pihak pengusaha maupun pemerintah.
"Kami menyerukan kepada seluruh petani dan elemen masyarakat di Sigi untuk merayakan Hari Buruh dengan damai, menahan diri dari segala bentuk tindakan provokatif, serta tetap mengedepankan dialog," lanjut Darvan.
Baca Juga: Perkuat Komunikasi Publik, Radar Palu Jalin Sinergi dengan Kejari Sigi
Darvan berharap perayaan Hari Buruh di wilayah Sigi dan Sulawesi Tengah secara umum dapat berlangsung secara khidmat tanpa diwarnai oleh gangguan keamanan yang berarti.
Pihak STS juga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat merespons itikad baik ini dengan membuka ruang audiensi yang lebih luas, guna membedah dan menyelesaikan akar persoalan agraria di Kabupaten Sigi.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin