RADAR PALU - Direktur PDAM Poso, Ir. Husai Kaluti membantah sedang terjadi krisis air bersih di Poso.
Diakuinya, distribusi air bersih kepada masyarakat atau pelanggan memang tengah terganggu.
Namun diyakininya akan secepatnya berlalu, karena tim tekhnis di lapangan sedang bekerja memperbaikinya.
Baca Juga: Krisis Air Bersih di Poso: PDAM Terganggu Akibat Pipa Bocor, Warga Keluhkan Pelayanan
"Sebenarnya tidak krisis juga ini, sementara diperbaiki di Tanah Runtuh akibat tanah turun ikut menarik pipa akibatnya 7 titik sambungan lepas," jelasnya, melalui pesan whatsapp, Selasa (14/4/2026).
Dikatakan Husai Kaluti, titik lokasi penyebab matinya distribusi air bersih pada pelanggan berada di Tanah Runtuh kelurahan Gebangrejo Kecamatan Poso Kota.
Disitu, tujuh sambungan pipa air (pipa besi) beruk ukuran 12 inci terlepas dampak dari terjadinya patah jalan pasca hujan lebat beberapa hari lalu.
Baca Juga: Peringatan Dini BMKG: Hujan Lebat Bisa Meluas ke Palu, Poso, hingga Morowali
"Tinggal menunggu ring sambungan pipanya. Kalau sudah datang langsung pasang dan air akan mengalir normal lagi," ujar dia, sembari menyebut ring sambungan pipa besi dipesan perusahaan dari luar Poso.
Husai Kaluti memastikan tidak semua pelanggan terdampak dengan kerusakan jaringan pipa di tanah runtuh.
Yang terdampak hanya pelanggan yang berada di wilayah Poso Kota. Itu pun tidak semuanya.
Baca Juga: Hujan Deras, 60 Rumah Terendam Banjir di Poso
Sementara untuk wilayah Poso Kota Utara, Poso Kota Selatan dan Lage tetap lancar alias tidak terganggu sama sekali.
"Perlu di tau bahwa sumber air bersih PDAM Poso ini ada dua. Yaitu dari mata air tangkura dan dari sistim pompanisasi sungai Poso.
Yang lagi bermasalah sekarang adalah yang dari mata air tangkura. Kalau yang pompanisasi distribusinya tetap aman," terangnya.
Baca Juga: Kecelakaan di Poso Tewaskan Pelajar, Penumpang Motor Tanpa Helm Meninggal Dunia
"Kemudian, jenis dan ukuran pipa diatribusi air bersih ke pelanggan juga ada dua. Yaitu pipa 12 inci dan pipa 6 inci.
Pipa yang bermasalah ditanah runtuh itu pipa 12. Jadi untuk distribusi air yang pake pipa 6 itu tetap lancar. Tidak ada masalah," tambah Husai Kaluti.
Dibilangnya lagi, bahwa distribusi air bersih yang bersumber dari sistim pompanisasi semua menggunakan pipa 6 inci. Dan tidak semua distribusi air Tangkura dengan sistem grafitasi menggunakan pipa 12 inci.
Baca Juga: Longsor Trans Sulawesi Ampana–Poso, Jalur Padapu–Bongka Sempat Lumpuh Kini Sudah Bisa Dilalui
"Jadi meskipun air dari Tangkura, tapi yang distribusinya menggunakan pipa 6, tetap aman mengalirnya," jaminnya.
Lalu pelanggan diwilayah mana saja yang sitribusi air bersihnya terganggu akibat kerusakan jaringan pipa di Tanah Runtuh? Husai Kaluti bilang hanya yang berada di Poso Kota.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin