RADAR PALU – Tragedi pohon tumbang yang menelan korban jiwa terjadi di Jalan Lorong Cinta, Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (11/4/2026).
Peristiwa ini tidak hanya menyisakan duka mendalam, tetapi juga memicu sorotan tajam terhadap lemahnya respons pemerintah terhadap laporan warga.
Sebuah pohon trembesi berukuran besar dilaporkan tumbang secara tiba-tiba dan menimpa warga yang sedang melintas. Selain itu, pohon tersebut juga menghantam rumah milik seorang warga hingga mengalami kerusakan cukup parah.
Baca Juga: Antrean Truk Mengular, Pemkab Parimo Dorong Forum Lalu Lintas Cari Solusi Terpadu
Dalam kejadian tersebut, seorang anak laki-laki berusia 4 tahun dilaporkan meninggal dunia di lokasi akibat luka serius di bagian kepala.
Sementara dua korban lainnya masing-masing seorang perempuan dewasa dan remaja mengalami luka di bagian wajah dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Anuntaloko.
Suasana di lokasi kejadian sempat panik. Warga yang mendengar suara keras akibat robohnya pohon langsung berhamburan keluar rumah untuk memberikan pertolongan. Sejumlah warga terlihat berupaya mengevakuasi korban secara manual sebelum petugas tiba.
Baca Juga: Sinergi PKK dan Bunda PAUD Ditekankan, Pemkab Parimo Targetkan Generasi Emas
Pemilik rumah yang tertimpa pohon, Niluh, mengungkapkan bahwa dirinya telah berulang kali melaporkan kondisi pohon tersebut kepada pihak terkait. Ia menilai pohon itu sudah lama dalam kondisi miring dan rapuh, sehingga sangat membahayakan keselamatan warga di sekitarnya.
“Saya sudah sering melapor karena melihat pohon ini sudah tidak layak berdiri. Tapi tidak ada tindakan. Sekarang justru menelan korban,” ujarnya dengan nada sedih.
Ia menambahkan, kekhawatiran tersebut semakin besar saat cuaca buruk atau angin kencang melanda kawasan tersebut. Namun, hingga kejadian nahas itu terjadi, belum ada langkah penanganan yang dilakukan.
Baca Juga: Lampu Jalan Gelap Disorot di Paripurna, DPRD Parimo Tagih Janji Pemkab
Pasca kejadian, tim dari BPBD Kabupaten Parigi Moutong bersama aparat TNI dan Polri langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi serta pembersihan material pohon yang menutup badan jalan. Proses pemotongan batang pohon dilakukan untuk membuka akses jalan dan mengevakuasi sisa material yang menimpa rumah warga.
Meski penanganan darurat berlangsung cepat, peristiwa ini memunculkan kekecewaan di tengah masyarakat. Warga menilai Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Parigi Moutong lamban dalam merespons laporan terkait potensi bahaya lingkungan.
Sejumlah warga berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pohon-pohon tua yang berada di sekitar permukiman, khususnya yang berpotensi tumbang. Mereka menilai langkah antisipatif harus menjadi prioritas guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Baca Juga: Penjelasan LKPJ 2025 di Paripurna, Capaian Parimo Diklaim “Berhasil hingga Sangat Berhasil”
Tragedi ini menjadi peringatan serius bahwa kelalaian dalam penanganan risiko lingkungan dapat berujung fatal. Warga pun mendesak agar pemerintah tidak lagi menunggu korban berikutnya sebelum mengambil tindakan nyata.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin