Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Bagian Keempat Rupang Buddha Nusantara Dicor di Palu, Libatkan Umat Daerah

Magang Radar Palu • Minggu, 12 April 2026 | 16:26 WIB
Dirjen Bimas Buddha Kemenag RI, Supriyadi (kiri) Bhante Dhammasubho (Tengah) bersama panitia Bhante Candakaro Mahathera saat konferensi pers pengecoran bagian keempat Rupang Buddha Nusantara di Vihara Karuna Dipa, Palu, Minggu (12/4/2026).
Dirjen Bimas Buddha Kemenag RI, Supriyadi (kiri) Bhante Dhammasubho (Tengah) bersama panitia Bhante Candakaro Mahathera saat konferensi pers pengecoran bagian keempat Rupang Buddha Nusantara di Vihara Karuna Dipa, Palu, Minggu (12/4/2026).(Andika Nur Hikmah/Radar Palu)

RADAR PALU – Upacara pengecoran bagian keempat Rupang Buddha Nusantara digelar di Vihara Karuna Dipa, Jalan Sungai Lariang, Kota Palu, Minggu (12/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian nasional yang melibatkan sejumlah daerah di Indonesia. 

Rangkaian acara dimulai pukul 15.00 WITA dengan persembahan logam oleh umat, dilanjutkan pertunjukan seni. Pembukaan resmi dilakukan pukul 16.00 WITA melalui puja bakti, sebelum puncak pengecoran berlangsung pukul 18.34 WITA dan berakhir sekitar pukul 19.00 WITA.

Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI, Supriyadi, menegaskan pengecoran rupang bukan sekadar proses teknis, melainkan bagian dari praktik keagamaan. 

Baca Juga: Pecat Steffen Baumgart, Union Berlin Tunjuk Pelatih Wanita

“Ini bukan sekadar proses pengecoran, tetapi bagian dari praktik keagamaan yang memiliki nilai budaya dan sejarah,” ujarnya dalam konferensi pers di lokasi. 

Ia menjelaskan, desain rupang mengacu pada model peninggalan Candi Sewu. Tujuannya untuk mengingatkan generasi muda akan kontribusi ajaran Buddha dalam peradaban Nusantara. 

Bhante Dhammasubho Mahathera yang memimpin prosesi pengecoran menjelaskan rupang Buddha adalah simbol representasi Siddharta Gautama. 

“Rupang ini menjadi pengingat ajaran, bukan untuk disembah sebagai benda,” jelasnya. 

Baca Juga: Klik Run Morowali Jadi Ajang Silaturahmi Pelari se-Sulawesi

Menurutnya, keterlibatan berbagai daerah dalam proses pembuatan menjadi elemen penting untuk memperkuat rasa kebersamaan umat Buddha di Indonesia. 

Ketua panitia daerah, Bhante Candakaro Mahathera, menyebut persiapan kegiatan dilakukan sekitar satu bulan dengan melibatkan panitia pusat dan daerah.

 

“Kami berupaya maksimal agar kegiatan ini berjalan lancar dan sukses,” katanya. 

Kegiatan ini dihadiri Bhikkhu Sangha, perwakilan masyarakat Tionghoa di Sulawesi, serta umat Buddha dari berbagai daerah. Momentum ini diharapkan mempererat persatuan sekaligus memperkuat kerukunan antarumat beragama, termasuk di Sulawesi Tengah.***

Editor : Muhammad Awaludin
#rupang buddha #vihara karuna dipa palu #bimas buddha #budaya nusantara #toleransi beragama