Sepekan, 23.957 Sambaran Petir Terjadi di Sulteng, Puncaknya 7 April

Mugni Supardi • Dipublikasikan Sabtu, 11 April 2026 | 09:03 WIB
BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu merilis infografis sebaran petir di wilayah Sulawesi Tengah dan sekitarnya selama periode 3–9 April 2026.(BMKG)
BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu merilis infografis sebaran petir di wilayah Sulawesi Tengah dan sekitarnya selama periode 3–9 April 2026.(BMKG)

RADARPALU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Kelas I Palu merilis infografis sebaran petir di wilayah Sulawesi Tengah dan sekitarnya selama periode 3–9 April 2026.

Hasilnya, tercatat sebanyak 23.957 kejadian petir dalam kurun waktu tujuh hari tersebut.

Berdasarkan data histogram harian, aktivitas petir tertinggi terjadi pada 7 April 2026 dengan total 5.790 kejadian. Sementara itu, jumlah terendah tercatat pada 4 April 2026 sebanyak 1.800 kejadian.

Baca Juga: Video Injak Alquran Viral, Dua Wanita Diamankan Polisi

Secara rinci, distribusi petir harian meliputi: 3 April (4.214), 4 April (1.800), 5 April (2.350), 6 April (4.655), 7 April (5.790), 8 April (3.536), dan 9 April (1.612).

BMKG juga memetakan kerapatan petir yang terbagi dalam tiga kategori, yakni rendah (5 kejadian/km²), sedang (10 kejadian/km²), dan tinggi (15 kejadian/km²).

Selain itu, arus petir yang terdeteksi berkisar antara 5.000 hingga 20.000 ampere, menunjukkan adanya potensi sambaran dengan intensitas cukup kuat di sejumlah wilayah.

Baca Juga: Kalla Toyota Gelar Event Tukar Tambah New Veloz Hybrid EV di Palu

Peningkatan aktivitas petir ini umumnya berkaitan dengan kondisi atmosfer yang tidak stabil, terutama saat pembentukan awan cumulonimbus yang berpotensi memicu hujan lebat disertai kilat dan angin kencang.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya petir, khususnya saat terjadi hujan deras.

Beberapa langkah antisipasi yang disarankan antara lain menghindari berada di ruang terbuka, tidak berteduh di bawah pohon, menjauhi tiang listrik dan benda logam, serta mencabut peralatan elektronik saat terjadi badai petir.

 

“Keselamatan menjadi prioritas utama, terutama saat cuaca ekstrem terjadi. Masyarakat diharapkan mematuhi imbauan agar terhindar dari risiko sambaran petir,” demikian keterangan BMKG.

BMKG juga mengingatkan bahwa periode peralihan musim (pancaroba) seperti saat ini berpotensi meningkatkan frekuensi cuaca ekstrem, termasuk petir dengan intensitas tinggi.(*)

Editor : Mugni Supardi
sebaran petir Sulteng data petir April 2026 Cuaca ekstrem Palu petir Sulawesi Tengah BMKG Palu