RADARPALU – Aktivitas gempa bumi di wilayah Sulawesi Tengah dan sekitarnya masih cukup tinggi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 132 kejadian gempa dalam periode 3 hingga 9 April 2026.
Data Stasiun Geofisika Kelas I Palu menunjukkan jumlah tersebut sedikit menurun dibandingkan periode sebelumnya, yakni 147 kejadian gempa pada 27 Maret hingga 2 April 2026.
Baca Juga: Pegawai Gadungan KPK Peras Anggota DPR, 4 Ditangkap
Berdasarkan distribusi magnitudo, mayoritas gempa didominasi oleh gempa kecil dengan kekuatan di bawah magnitudo 3 sebanyak 116 kejadian.
Sementara gempa berkekuatan antara magnitudo 3 hingga 5 tercatat sebanyak 16 kejadian, dan tidak ada gempa di atas magnitudo 5.
Dari sisi kedalaman, gempa dangkal masih mendominasi dengan 122 kejadian pada kedalaman kurang dari 60 kilometer.
Baca Juga: Polemik Disiplin Dosen Fakultas Hukum Berakhir, Rektor Untad Cabut SP-1 Empat Dosen
Sisanya, 10 kejadian merupakan gempa dengan kedalaman menengah antara 60 hingga 300 kilometer.
Salah satu gempa yang dirasakan terjadi pada 7 April 2026 pukul 13.44 WIB, dengan magnitudo 4,3.
Gempa tersebut berlokasi sekitar 15 kilometer timur laut Tolitoli dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG melaporkan, gempa ini dirasakan di wilayah Tolitoli dengan skala intensitas III MMI, di mana getaran dirasakan nyata di dalam rumah seakan ada truk melintas.
Secara umum, aktivitas gempa di Sulawesi Tengah masih didominasi oleh gempa-gempa kecil dengan sebaran di berbagai wilayah.
Meski menunjukkan tren penurunan, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap potensi gempa susulan.
Baca Juga: 2.284 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan
BMKG juga mengingatkan pentingnya memahami langkah mitigasi bencana, termasuk menghindari bangunan yang tidak aman serta mengikuti informasi resmi dari BMKG.(*)
Editor : Mugni Supardi