Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dipicu Sesar Aktif, Gempa M4,3 Guncang Tolitoli

M
Penulis: Mugni Supardi❯
Peta guncangan gempa tektonik di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah berkekuatan magnitudo 4,3 pada Selasa (7/4/2026) siang.(STAGEOF BMKG KELAS I PALU)
Peta guncangan gempa tektonik di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah berkekuatan magnitudo 4,3 pada Selasa (7/4/2026) siang.(STAGEOF BMKG KELAS I PALU)

Advertisement

RADARPALU – Wilayah Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,3 pada Selasa (7/4/2026) siang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 13.44.18 WIB.

Episenter gempa berada di koordinat 1,10 Lintang Utara dan 120,94 Bujur Timur, atau sekitar 32 kilometer timur laut Tolitoli dengan kedalaman 10 kilometer.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, menjelaskan gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini tergolong dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” jelasnya dalam keterangan resmi.

Advertisement

Berdasarkan peta guncangan (shakemap) BMKG serta laporan masyarakat, gempa dirasakan di wilayah Tolitoli dengan intensitas III MMI. Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seperti ada truk melintas.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut.

BMKG juga memastikan bahwa hingga pukul 14.15 WIB belum terdeteksi adanya gempa susulan (aftershock).

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. BMKG menegaskan informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal resmi seperti website bmkg.go.id, media sosial @infoBMKG, serta aplikasi resmi BMKG.(*)

Advertisement

Artikel Terkait

Musim Hujan di Palu Diprakirakan Mulai Awal November, Hujan Lebat Belum Berpotensi

Musim Hujan di Palu Diprakirakan Mulai Awal November, Hujan Lebat Belum Berpotensi

BMKG memprakirakan hujan mulai berpeluang turun di Palu pada awal November 2026. Hujan lebat belum berpotensi dalam sepekan ke depan.

Jarak Pandang Menurun akibat Asap, Penerbangan di Palu Terganggu

Jarak Pandang Menurun akibat Asap, Penerbangan di Palu Terganggu

Asap di Palu menurunkan jarak pandang hingga tiga kilometer dan mengganggu penerbangan, menyebabkan sejumlah pesawat terlambat tiba.

Kabut Asap Menyelimuti Palu, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar

Kabut Asap Menyelimuti Palu, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar

Kabut asap dan udara berkabut terjadi di Palu. Gubernur Anwar Hafid mengimbau warga memakai masker dan kurangi aktivitas luar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer