Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Sertifikasi Pemandu Paralayang Sulteng Diperketat

Annisa Wibdy • Jumat, 10 April 2026 | 13:03 WIB
Kepala Dinas Pariwisata Sulteng, Diah Agustiningsih. (Annisa Wibdy/Radar Palu)
Kepala Dinas Pariwisata Sulteng, Diah Agustiningsih. (Annisa Wibdy/Radar Palu)

RADAR PALU – Dinas Pariwisata Sulawesi Tengah memperketat sertifikasi pemandu paralayang melalui uji kompetensi bersama LSP Pramindo, Kamis (9/4/2026), demi meningkatkan standar keselamatan wisata ekstrem di daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Sulteng, Diah Agustiningsih, menegaskan paralayang bukan sekadar atraksi wisata, melainkan olahraga berisiko tinggi yang membutuhkan pemandu profesional.

“Paralayang ini olahraga ekstrem. Pemandu harus tersertifikasi, paham mitigasi risiko, waktu terbang aman, hingga keselamatan wisatawan,” kata Diah. 

Baca Juga: Pariwisata Tumbuh Stabil, Kunjungan Wisman Naik 13,37 Persen

Sebanyak 30 pemandu telah mengikuti uji kompetensi. Namun, prosesnya tidak mudah. Standar kelulusan dibuat ketat untuk menjamin kualitas.

“Kalau bisa lulus 20 orang saja, itu sudah sangat baik. Yang lulus inilah yang nanti melayani wisatawan,” ujarnya.

Program ini menyasar sejumlah titik paralayang unggulan di Sulteng seperti Salena (Palu), Wayu, dan Parigi. Ketiganya dikenal sebagai spot favorit wisatawan, baik lokal maupun luar daerah.

Namun, tidak semua lokasi berada di bawah kewenangan provinsi. Diah menjelaskan, beberapa destinasi dikelola pemerintah kabupaten. 

Baca Juga: BTN Siap Dukung Pariwisata, UMKM dan Digitalisasi Kota Palu, Siapkan KUR hingga Smart Hospital

“Parigi dan Wayu itu milik daerah masing-masing. Provinsi hanya bisa intervensi langsung di lokasi seperti Salena,” jelasnya.

Dinas Pariwisata menegaskan tidak menaungi langsung operator paralayang. Peran pemerintah lebih pada peningkatan kapasitas SDM dan fasilitasi sertifikasi.

“Kami hanya memfasilitasi, bukan menaungi. Ini profesi masing-masing pelaku wisata,” kata Diah.

Selain SDM, penataan destinasi juga didorong. Fasilitas pendukung seperti lapak UMKM dan toilet umum menjadi perhatian agar pengalaman wisata lebih nyaman.

Langkah ini diharapkan membuat wisata paralayang Sulteng semakin profesional dan aman, sekaligus meningkatkan daya saing destinasi di tingkat nasional.***

Editor : Muhammad Awaludin
#paralayang Sulteng #wisata ekstrem #sertifikasi pemandu #Salena Palu #Dinas Pariwisata Sulteng