Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Mohsen Alaydrus ketua Panitia Haul dari PB Menghianati Kesepakatan Dzuriyah Guru Tua

Muchsin Siradjudin • Jumat, 3 April 2026 | 19:49 WIB
Mohsen Alaydrus (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)
Mohsen Alaydrus (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)

RADAR PALU – Pelaksanaan Haul Guru Tua yang berlangsung baru-baru ini berjalan dengan aman dan kondusif.

Meski demikian, beberapa pihak penyelenggara mengungkapkan rasa kecewa terkait adanya perubahan agenda mendadak yang dinilai menjauhkan acara dari esensi Haul yang semestinya sebagaimana yang telah direncanakan. Kamis (02/04/2026).

Mohsen Alaydrus selaku ketua panitia pelaksana dari pihak keluarga menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Haul Guru Tua.

"Kita bersyukur sama Allah, bahwa haul ini sudah selesai dengan aman dan damai," ucapnya.

Baca Juga: Gubernur Sulteng Dorong Wajib Belajar 13 Tahun di Haul Guru Tua

Namun, di sisi lain ada keterangan dari beberapa pihak penyelenggara menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan Haul ini ada banyak agenda utama yang justru tidak terlaksana sesuai kesepakatan awal.

Poin utama yang menjadi sorotan adalah pembatasan terhadap para penceramah yang telah didatangkan khusus dari Jakarta dan Hadramaut.

Ada yang menyampaikan bahwa, Mohsen Alaydrus selaku ketua panitia pelaksana dari pihak PB Al-khairaat tidak mengizinkan kedua penceramah yang telah diundang untuk berbicara yaitu Habib Hasan Almuhdor dari Probolinggo Jawa Timur dan Habib Ahmad Bin Yunus Almuhdor Yaman.

Baca Juga: Haul Guru Tua ke-58, Kanwil Kemenkum Sulteng Dorong Pahlawan Nasional

"Kami sangat menyayangkan, susunan acara yang sudah kami sepakati bersama tidak terjalankan. Wabilkhusus, dua penceramah yang kami datangkan dari Jakarta dan Hadramaut tidak diizinkan bicara," ujarnya.

Menurut keterangan salah satu pihak pelaksana Haul, tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan siraman rohani kepada umat melalui ceramah agama.

Beliau menilai acara kali ini justru lebih banyak diisi oleh kegiatan yang bersifat duniawi dan tidak relevan dengan tujuan awal.

Baca Juga: Lautan Jemaah Padati Haul Guru Tua di Palu

"Karena haul ini kan sebenarnya tujuannya untuk mengisi hati-hati manusia dengan ceramah agama, bukan seperti yang sekarang terjadi. Lebih banyak padat dengan acara-acara yamg bukan berhubungan dengan keagamaan, kerohanian," pungkas salah satu pihak pelaksana haul.(***

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Mencapai sukses penyelenggaraan #Kecewa adanya agenda berubah mendadak #Haul berjalan aman dan damai #Haul Guru Tua