RADAR PALU - Banjir Banggai terjadi di Desa Pangkalaseang Baru dan Desa Pangkalaseang pada Rabu siang. Peristiwa ini dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan pegunungan selama kurang lebih tiga jam.
Akibatnya, air meluap sekitar pukul 14.00 WITA dan merendam permukiman warga. Ketinggian air dilaporkan mencapai lutut orang dewasa di sejumlah dusun.
Baca Juga: BMKG Ungkap Penyebab Banjir Banggai, Awan Konvektif hingga Shearline Picu Hujan Ekstrem
Di Desa Pangkalaseang Baru, banjir merendam 10 unit rumah dengan total 36 jiwa terdampak. Di antaranya terdapat enam lansia dan dua balita.
Sementara itu, di Desa Pangkalaseang, dampak lebih luas terjadi. Sebanyak 42 rumah terdampak dengan total 130 jiwa, termasuk 30 lansia dan sembilan balita.
Secara keseluruhan, banjir Banggai ini berdampak pada 52 rumah dan 166 warga di dua desa tersebut.
Meski air sempat menggenangi rumah warga, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini. Selain itu, warga juga belum mengungsi dan masih bertahan di rumah masing-masing.
Petugas BPBD setempat langsung melakukan asesmen di lokasi dan berkoordinasi dengan Pusdalops untuk penanganan lanjutan.
Baca Juga: Banjir Terjang Batu Mandi Banggai, 22 Rumah Terdampak, 3 KK Mengungsi
Sejumlah kebutuhan mendesak mulai diidentifikasi, terutama untuk mencegah banjir susulan. Di Desa Pangkalaseang Baru, dibutuhkan normalisasi sungai, pembangunan bronjong, serta drainase.
Adapun di Desa Pangkalaseang, selain normalisasi sungai dan bronjong atau talud, warga juga membutuhkan bantuan sandang seperti selimut dan alas tidur, serta pasokan pangan.
Hingga malam hari, hujan telah berhenti dan air berangsur surut. Kondisi di lokasi mulai kondusif, meski warga tetap diminta waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
BPBD mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat.***
Editor : Muhammad Awaludin