RADAR PALU – Fenomena hujan es dilaporkan terjadi di kawasan Lembah Napu, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 16.00 WITA. Peristiwa langkah tersebut diabadikan oleh akun Instagram @iyanrenaldy melalui fitur story.
Dalam unggahan tersebut, terlihat butiran es berjatuhan di sekitar kawasan Puncak Padeha saat hujan masih berlangsung. Seorang warga memperlihatkan butiran es yang berada di tangannya di pinggir jalan.
Dalam video, awalnya perekam berada di dalam mobil dan memperlihatkan suara benturan butiran es di kaca kendaraan.
“Hujan es, cok,” ujar pria dalam video tersebut.
Ia kemudian menunjukkan butiran es yang disebutnya berbentuk kristal. “Masuk dalam mobil, esnya bakristal-kristal,” tambahnya.
Pria tersebut juga menyebut lokasi kejadian berada di kawasan Napu. “Napu, Napu, Napu,” katanya menegaskan lokasi peristiwa.
Fenomena alam ini juga pernah terjadi di Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai pada 2 Februari 2026 lalu.
Saat itu masyarakat dikejutkan dengan terjadinya fenomena hujan es yang berlangsung singkat pada sore hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banggai menjelaskan bahwa hujan es merupakan fenomena alam yang dapat terjadi akibat kondisi atmosfer tertentu.
"Fenomena hujan es ini disebabkan oleh terbentuknya awan Cumulonimbus yang berkembang secara vertikal dengan intensitas kuat. Selain itu, suhu panas yang cukup tinggi di permukaan wilayah Batui Selatan turut memicu proses konveksi udara,” jelas Arsyil Majiid Prakirawan BMKG Banggai.
BMKG menerangkan, udara panas di permukaan akan naik ke atmosfer membawa uap air, kemudian membentuk awan Cumulonimbus.
Di dalam awan tersebut, terdapat arus naik yang sangat kuat sehingga butiran air dapat membeku dan membesar sebelum akhirnya jatuh ke permukaan sebagai hujan es.(*)
Editor : Mugni Supardi