RADAR PALU - KH Adnan Arsal, yang memiliki nama lengkap Muhammad Adnan Arsal, dikenang sebagai tokoh perdamaian Poso yang berperan besar meredakan konflik melalui dialog dan pendidikan.
KH Adnan Arsal atau Muhammad Adnan Arsal bukan hanya dikenal sebagai tokoh agama, tetapi juga simbol perdamaian di Poso, Sulawesi Tengah.
Namanya mencuat saat konflik komunal melanda Poso sejak akhir 1990-an. Di tengah situasi mencekam, ia tampil sebagai figur yang mendorong penyelesaian damai.
Karena perannya itu, ia dijuluki sebagai “panglima damai Poso”.
Mengutamakan Dialog di Tengah Konflik
Dalam situasi konflik yang melibatkan berbagai kelompok, KH Adnan Arsal memilih jalan berbeda. Ia menolak kekerasan dan mengedepankan dialog sebagai solusi.
Ia aktif membuka komunikasi antar pihak yang bertikai, menjembatani perbedaan, serta mendorong rekonsiliasi.
Pendekatan ini membuatnya dihormati tidak hanya oleh umat Islam, tetapi juga lintas kelompok di Poso.
Tetap Bertahan Saat Poso Bergejolak
Saat konflik memuncak dan banyak warga memilih meninggalkan daerah tersebut, KH Adnan Arsal justru tetap bertahan di Poso.
Keputusan itu menjadikannya salah satu tokoh penting dalam menjaga stabilitas di tengah ketegangan.
Peran yang diembannya tidak digunakan untuk memperkeruh keadaan, melainkan untuk meredam konflik dan menjaga kedamaian.
Perjuangan Dilanjutkan Lewat Pendidikan
Setelah konflik mereda, KH Adnan Arsal mengalihkan fokusnya ke dunia pendidikan.
Ia mendirikan dan mengembangkan pesantren sebagai wadah pembinaan generasi muda. Santri yang belajar datang tidak hanya dari Poso, tetapi juga dari berbagai daerah.
Melalui pendidikan, ia menanamkan nilai toleransi, persatuan, dan pentingnya hidup berdampingan secara damai.
Warisan Nilai Perdamaian
KH Adnan Arsal meninggalkan warisan besar berupa nilai-nilai perdamaian yang terus relevan hingga kini.
Ia mengajarkan bahwa konflik tidak harus diselesaikan dengan kekerasan, melainkan melalui komunikasi dan saling pengertian.
Pemikiran dan perjuangannya menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman.
Kepergian KH Adnan Arsal atau Muhammad Adnan Arsal menjadi kehilangan besar bagi masyarakat, namun semangat dan warisan perdamaiannya akan terus hidup dan dikenang sepanjang masa.***
Editor : Muhammad Awaludin