Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Buol Kaya Potensi Sagu, Pemkab Siap Kembangkan

Muchsin Siradjudin • Selasa, 24 Maret 2026 | 17:03 WIB

Sumiati Djafar (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).
Sumiati Djafar (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).

RADAR PALU - Menyikapi keinginan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol, untuk mengembangkan komoditi sagu menjadi bahan pangan alternatif setelah pangan utama beras, sangat didukung oleh stakeholder di daerah utara Sulawesi Tengah (Sulteng) ini.

Salah satunya disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Buol, Sumiati Djafar, yang sangat mendukung gagasan Bupati Buol Risharyudi Triwibowo, dalam rangka mengembangkan komoditi sagu.

“Mengenai komoditi sagu, alhamdulillah pada tahun 2022 yang lalu, Kabupaten Buol ditunjuk mewakili Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), dalam kegiatan Pekan Sagu Nasional (PSN) dengan tema Sagu sebagai Penyokong Kedaulatan bangsa. Pilihan provinsi atas keterwakilan Kabupaten Buol saat itu, karena berdasarkan data statistik bahwa lahan aktual dan potensial kita cukup menjanjikan untuk sentra pengembangan kawasan sagu, “ kata Sumiati, Selasa (24/3/2026).

Dijelaskan Sumiati, pada event PSN tersebut Kabupaten Buol menampilkan aneka macam produk olahan bahan baku sagu, yang juga diakui sebagai warisan budaya bukan benda oleh BPBD Manado, Sulawesi Utara.

“Insya Allah kedepan, komoditi sagu dan juga aren (kanau), yang sudah mulai berkurang populasinya dapat dilakukan upaya pengembangan dan pelestarian, “ cetusnya.

Sebelumnya, Bupati Buol Risharyudi Triwibowo, dalam sebuah diskusi di sebuah group WhatsApp (WA), mendorong agar potensi maupun kuliner lokal, berbahan sagu dikembangkan. Mengingat komoditi sagu cukup banyak, dan luas wilayahnya di daerah paling utara di Sulawesi Tengah ini.

Ketiga, menjadi ketahanan pangan dan ekonomi. Bahwa sagu adalah "supermarket alami" yang menyediakan bahan pangan pokok (karbohidrat) dan protein (ulat sagu) tanpa perlu penanaman ulang setelah panen. Budidaya sagu di lahan gambut dinilai ramah lingkungan dan ekonomis.

“Tabe, kalau perang terjadi maka kemungkinan lahan-lahan padi akan jadi target serangan, cukup dengan bom napalm (api), maka panen bisa rusak. Tetapi, Insya Allah tidak akan terjadi pada hutan sagu, “ tegasnya.(***)

 


  

 

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Hutan sagu multifungsi #Ramah lingkungan dan ekonomis #Sebagai pencegah erosi #Pengembangan komoditi sagu