RADAR PALU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), menegaskan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui sejumlah program unggulan pada 2026.
Program tersebut mengacu pada kebijakan kesehatan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) yang kemudian diadaptasi di tingkat kabupaten.
Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Parimo, Darlin, mengatakan pihaknya tetap berpedoman pada program Berani Sehat sebagai program induk dari Pemprov Sulteng.
Di tingkat kabupaten, program tersebut diturunkan menjadi program Sehat Bersama, yang merupakan bagian dari program Bupati Parigi Moutong, Senin (23/3/2026).
“Jelas kami selalu mengacu pada program Berani Sehat sebagai induk dari Provinsi Sulawesi Tengah. Di daerah kami turunkan menjadi program Sehat Bersama, yaitu program bersama pemerintah daerah dan masyarakat,” ujar Darlin kepada media Jawa Pos Radar Palu, baru-baru ini.
Melalui program tersebut, masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara gratis. Salah satu layanan unggulan yang disiapkan adalah homecare bagi warga yang membutuhkan penanganan kesehatan di rumah.
Darlin menjelaskan, masyarakat yang mengalami kondisi darurat atau sakit dapat langsung menghubungi puskesmas terdekat. Tim dari program Sehat Bersama nantinya akan datang ke rumah pasien untuk melakukan pemeriksaan awal.
“Jika ada masyarakat yang sakit atau dalam kondisi darurat, cukup menghubungi puskesmas. Tim kami akan datang memeriksa dan jika perlu perawatan lanjutan, pasien akan dijemput dan dibawa ke Puskesmas,” jelasnya.
Menurutnya, layanan kesehatan gratis dan homecare tersebut menjadi salah satu program unggulan Dinkes Parimo agar masyarakat dapat lebih mudah mengakses pelayanan kesehatan.
Selain itu, Dinkes juga tengah menyiapkan peluncuran program Layanan Kesehatan Simpati (Siap Melayani Sepenuh Hati) yang berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan.
Program ini menekankan pendekatan pelayanan yang lebih ramah kepada masyarakat. Bahkan, petugas kesehatan diperbolehkan menggunakan bahasa daerah saat menyambut pasien sebagai bentuk kedekatan dengan masyarakat.
Fasilitas seperti penyambutan yang ramah hingga penyediaan welcome drink juga akan menjadi bagian dari standar pelayanan.
“Program ini benar-benar memperhatikan pelayanan kepada masyarakat. Termasuk bagaimana petugas menyambut pasien dengan baik, bahkan boleh menggunakan bahasa daerah agar masyarakat merasa lebih nyaman,” kata Darlin.
Saat ini, sebanyak 24 Puskesmas di Kabupaten Parimo telah disiapkan untuk menjalankan program tersebut setelah proses sosialisasi selesai.
Dinkes juga tengah mempersiapkan peluncuran resmi program beserta standar operasional prosedur (SOP) layanan yang akan diterapkan.
“Beberapa puskesmas memang ada keluhan dari pasien. Itu yang akan kami evaluasi dan perbaiki. Kami juga akan terus memberikan informasi kepada masyarakat terkait pelayanan yang ada,” pungkasnya.
Dinkes Parimo menegaskan komitmennya, dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui sejumlah program unggulan pada 2026. Program tersebut mengacu pada kebijakan kesehatan dari Pemprov Sulteng yang kemudian diadaptasi di tingkat kabupaten.(cr5)
Editor : Muchsin Siradjudin