Andi Ahmad : Program Presiden untuk Kepentingan Rakyat
RADAR PALU – Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tolitoli, Andi Ahmad Syarif mengajak seluruh warga KKSS untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam berbagai program pembangunan yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto.
Pernyataan ini disampaikan menindaklanjuti pertemuan strategis antara Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Badan Pengurus Pusat (BPP) KKSS, bersama jajaran pimpinan pilar KKSS, Kamis (19/03/2026).
Andi Ahmad Syarif menegaskan bahwa pertemuan tersebut membawa pesan kuat mengenai komitmen pemerintah dalam mengedepankan kepentingan masyarakat luas. Program-program yang dijalankan saat ini, menurutnya, murni dirancang untuk membela nasib rakyat kecil.
“Pertemuan ini memastikan kepada seluruh warga KKSS bahwa program yang sedang dilaksanakan pemerintahan Bapak Prabowo Subianto semata-mata untuk membela kepentingan rakyat,” ujar Andi Ahmad Syarif.
Salah satu poin krusial yang disoroti adalah program Makan Bergizi Gratis untuk anak sekolah. Andi melihat adanya tantangan berupa kelangkaan bahan baku di beberapa wilayah, termasuk di Palu dan sekitarnya, seperti pasokan susu dan bahan pangan lainnya.
Kondisi ini dipandang sebagai peluang emas bagi warga KKSS untuk ikut berperan aktif sebagai penyedia bahan baku utama. Ia mendorong warga untuk mulai memaksimalkan potensi kemandirian ekonomi dari skala rumah tangga.
“Kita harus menangkap peluang ini. Warga KKSS bisa mengambil peran dalam menyiapkan bahan baku pangan. Hal ini sekaligus untuk mendongkrak perekonomian warga kita sendiri,” tambahnya.
Ia mencontohkan langkah-langkah sederhana namun berdampak besar, seperti berternak ayam di lingkungan rumah. Termasuk menanam sayur-mayur di pekarangan.
Pemanfaatan lahan kosong untuk menyuplai kebutuhan gizi lokal.
Terkait isu efisiensi anggaran yang sempat menuai kritik, Andi Ahmad Syarif menjelaskan bahwa langkah penghematan yang dilakukan Presiden Prabowo justru bertujuan untuk memutus ketergantungan pada pihak-pihak yang selama ini mendominasi ekonomi demi keuntungan pribadi.
Di sisi lain, ia juga mengapresiasi capaian Indonesia yang dalam kurun waktu satu tahun terakhir berhasil mencapai swasembada pangan.
Hal ini sejalan dengan posisi Ketua Umum BPP KKSS yang juga mengemban amanah sebagai Menteri Pertanian RI.
“Intinya, mari kita ambil peluang dari program pemerintah ini. Dari usaha kecil di pekarangan, kita bisa membantu menyuplai kebutuhan makan bergizi anak-anak sekolah, sekaligus memperkuat ekonomi keluarga,” pungkasnya penuh optimisme.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin