Wamendagri: Program Nasional Bukan Beban, Tapi Mesin Pertumbuhan Daerah


RADAR PALU - Pemerintah daerah diingatkan untuk tidak lagi bersikap pasif terhadap program strategis nasional.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menegaskan bahwa kunci pertumbuhan ekonomi daerah justru terletak pada keberanian kepala daerah “menjemput bola”.
Pesan itu disampaikan saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Jambi yang digelar di rumah dinas gubernur, belum lama ini.
Baca Juga: Polsek Tawaeli Tangkap Dua Pengedar Sabu, Paket 9 Juta Akan Beredar ke Wilayah Parimo
Alih-alih menjadi beban, Bima menilai program strategis nasional seharusnya diposisikan sebagai alat dorong utama pembangunan daerah.
Namun, manfaat itu tidak akan otomatis hadir tanpa inisiatif dan keaktifan pemerintah daerah.
“Program strategis nasional adalah pengungkit kemajuan, tapi kepala daerah harus proaktif mengawal dan menjemput peluangnya,” tegasnya.
Baca Juga: Akselerasi Program RPL, Bupati Buol dan Tim PSDKU Fokuskan Kemudahan Pendaftaran Mahasiswa
Menurutnya, pemerintah pusat telah menyiapkan berbagai program lintas sektor mulai dari layanan dasar hingga penguatan ekonomi yang berpotensi menciptakan efek berganda (multiplier effect).
Tantangannya kini ada pada kemampuan daerah dalam mengelola dan mengoptimalkannya.
Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, Bima juga menyoroti pentingnya perubahan cara kerja birokrasi daerah.
Ia menilai situasi geopolitik justru membuka ruang bagi daerah untuk bertransformasi dan memperkuat daya saing.



