RADAR PALU – Sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah diprediksi mencapai puncak musim kemarau pada September 2026.
Wilayah tersebut antara lain Tolitoli, Buol, Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Morowali, sebagian besar Morowali Utara, Donggala, Poso, Tojo Unauna, serta sebagian kecil wilayah Sigi.
Berdasarkan prakiraan Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Lore Lindu Bariri Sulawesi Tengah, periode tersebut diperkirakan menjadi fase paling kering yang terjadi di 21 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 72 persen wilayah Sulawesi Tengah.
Puncak musim kemarau merupakan periode ketika hari hujan semakin jarang dan ketersediaan air cenderung menurun, sehingga sejumlah daerah berpotensi mengalami kondisi kekeringan.
Selain September, beberapa wilayah lainnya diprediksi mencapai puncak kemarau lebih awal.
Pada Agustus 2026, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada 5 ZOM atau sekitar 17 persen wilayah, yang meliputi sebagian besar wilayah Poso dan Sigi, serta sebagian kecil wilayah Donggala, Morowali Utara, Tojo Una-Una, dan Parigi Moutong.
Sementara itu pada Juli 2026, puncak kemarau diprediksi terjadi pada 2 ZOM atau sekitar 7 persen wilayah, terutama di sebagian besar wilayah Sigi serta sebagian kecil wilayah Donggala dan Poso.
Adapun sebagian kecil wilayah lainnya diperkirakan mengalami puncak kemarau lebih lambat. Sekitar 1 ZOM atau 3 persen wilayah diprediksi mencapai puncak kemarau pada Januari 2027, meliputi sebagian kecil wilayah Sigi dan Poso.
Dengan kondisi tersebut, September 2026 menjadi periode yang perlu diwaspadai oleh sebagian besar wilayah Sulawesi Tengah, terutama terkait potensi kekeringan dan berkurangnya ketersediaan air.(*)
Editor : Mugni Supardi