Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Kemarau 2026 di Sulteng Mulai Juni, Puncaknya September

Mugni Supardi • Sabtu, 14 Maret 2026 | 12:14 WIB

Musim kemarau 2026 di Sulawesi Tengah diprediksi mulai terjadi secara bertahap sejak pertengahan tahun.
Musim kemarau 2026 di Sulawesi Tengah diprediksi mulai terjadi secara bertahap sejak pertengahan tahun.

RADAR PALU – Musim kemarau 2026 di Sulawesi Tengah diprediksi mulai terjadi secara bertahap sejak pertengahan tahun dengan puncak kemarau diperkirakan pada September.

Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Lore Lindu Bariri, Asep Firman Ilahi, mengatakan berdasarkan prakiraan iklim, awal musim kemarau pada Juni 2026 diperkirakan terjadi di 7 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 24 persen wilayah.

"Kemudian pada Juli 2026, awal musim kemarau diprediksi meluas ke 10 ZOM atau sekitar 34 persen wilayah," sebutnya.

Selanjutnya pada Agustus 2026 kata Asep, sekitar 6 ZOM atau 21 persen wilayah diperkirakan mulai memasuki musim kemarau.

Sementara sebagian kecil wilayah lainnya diprediksi mengalami awal kemarau pada periode September hingga Desember 2026.

Jika dibandingkan dengan kondisi normal, sebagian besar wilayah Sulawesi Tengah diperkirakan mengalami awal musim kemarau lebih cepat.

Selain itu, puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada September 2026 yang diperkirakan melanda sekitar 72 persen wilayah Sulawesi Tengah.

Dari sisi durasi, musim kemarau juga diperkirakan bervariasi. Sekitar 44,8 persen wilayah diprediksi mengalami musim kemarau lebih panjang dari kondisi normal, sedangkan sebagian wilayah lainnya diperkirakan lebih pendek.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian wilayah Sulawesi Tengah berpotensi menghadapi risiko kekeringan yang lebih tinggi, terutama pada periode puncak kemarau.(*)

Editor : Mugni Supardi
#puncak kemarau Sulteng 2026 #kekeringan sulteng #BMKG Sulawesi Tengah #awal kemarau Sulteng