RADAR PALU – Menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah terus memaksimalkan perbaikan di sejumlah ruas jalan nasional yang menjadi kewenangannya.
Kepala BPJN Sulawesi Tengah, Bambang R. Razak, S.T., M.T., menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh ruas jalan yang akan dilalui masyarakat selama periode arus mudik dan balik, mulai H-10 hingga H+10 Idul Fitri, berada dalam kondisi aman dan layak dilalui.
Beberapa pekerjaan yang dilakukan di lapangan antara lain pemeliharaan rutin jalan, pembersihan saluran drainase, pembersihan tanaman di bahu jalan, serta penutupan lubang-lubang jalan yang dinilai paling mendesak.
Baca Juga: Latarbelakang Syamsul Auliya Rachman, Bupati Cilacap yang Terkena OTT KPK
“Sampai hari ini kami terus memaksimalkan pekerjaan di lapangan dan ditargetkan selesai sebelum arus mudik dimulai. Intinya seluruh titik yang membutuhkan penanganan harus tuntas sebelum masyarakat melakukan perjalanan mudik,” ujar Bambang.
Ia menambahkan, di lingkungan BPJN Sulawesi Tengah terdapat 22 Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang tersebar di empat satuan kerja (satker) fisik, dan seluruhnya saat ini bergerak aktif melaksanakan pekerjaan di lapangan sesuai instruksi dari pemerintah pusat.
Di beberapa lokasi juga masih terdapat pekerjaan yang sedang berjalan. Salah satunya di ruas Tolai–Sausu yang sebelumnya terdapat pekerjaan penanganan lereng pada segmen pelebaran jalan. Namun, sejak 10 Maret 2026, sesuai jadwal yang telah disepakati, tidak lagi dilakukan sistem buka-tutup jalan di jalur tersebut.
Baca Juga: Alat Berat Rp10 Miliar dari Pemprov Disiapkan, Parimo Percepat Pembukaan Jalan Desa Terpencil
“Saat ini ruas Tolai–Sausu difokuskan pada pekerjaan pembersihan sehingga saat arus mudik Lebaran nanti jalur tersebut dapat dilalui dengan aman,” jelasnya.
Selain itu, pekerjaan pelebaran jalan juga dilakukan di ruas Togolu–Tentena. BPJN Sulteng menargetkan pekerjaan pada titik tersebut dapat dimaksimalkan dan dituntaskan sebelum H-10 Lebaran.
BPJN Sulteng juga menyiagakan sejumlah alat berat di titik-titik yang rawan longsor. Langkah ini dilakukan agar apabila terjadi longsor, penanganan dapat segera dilakukan sehingga arus lalu lintas dapat kembali normal dalam waktu cepat.
Baca Juga: Wabup Sigi Soroti Penjualan Elpiji 3 Kg di Kios, Harga Tembus Rp40 Ribu
“Prinsipnya kami ingin memastikan masyarakat yang melintas di ruas jalan nasional dalam wilayah Sulawesi Tengah dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman,” kata Bambang.
Ia menambahkan, pekerjaan berskala besar atau penanganan yang lebih masif akan dilanjutkan kembali setelah masa arus mudik dan balik Lebaran selesai.
Bambang juga menjelaskan bahwa untuk wilayah pertambangan seperti di Kabupaten Morowali dan Morowali Utara, ruas jalan yang ada akan difungsikan sementara selama periode mudik. Sementara penanganan permanen akan dilaksanakan setelah Lebaran.
Baca Juga: Wabup Sigi Soroti Penjualan Elpiji 3 Kg di Kios, Harga Tembus Rp40 Ribu
“Sesuai arahan pimpinan pusat, kami benar-benar mempersiapkan kondisi jalan nasional agar siap menghadapi arus mudik Lebaran,” ujarnya.
Sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat, BPJN Sulawesi Tengah juga menyiapkan 22 posko mudik dan arus balik yang tersebar di berbagai ruas jalan nasional. Posko tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat beristirahat maupun mendapatkan informasi selama perjalanan mudik.
“Masyarakat yang kelelahan saat perjalanan mudik dapat beristirahat di posko yang kami siapkan, sekaligus memperoleh informasi yang dibutuhkan selama perjalanan,” pungkas Bambang. (ron)
Editor : Rony Sandhi