RADAR PALU - Bupati Morowali Utara (Morut) Delis Julkarson Hehi menyerahkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) berupa modal kerja dan modal usaha kepada 35 kelompok usaha masyarakat di Kecamatan Petasia Timur.
Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Desa Tompira, Jumat (6/3/2026). Bantuan ini bertujuan untuk memperkuat usaha kelompok masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menjelaskan bahwa pada tahun ini terdapat 35 kelompok usaha di Kecamatan Petasia Timur yang menerima bantuan.
Dari jumlah tersebut, 25 kelompok merupakan kelompok pengembangan, yaitu kelompok yang sebelumnya telah menjalankan usaha dengan baik sehingga mendapatkan tambahan modal untuk memperluas kegiatan usaha mereka.
Sementara itu, 10 kelompok lainnya merupakan kelompok baru yang baru mulai menerima bantuan usaha dari pemerintah daerah.
Bupati Delis mengungkapkan bahwa program BKK telah berjalan selama beberapa tahun dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sejak 2022 hingga 2025, pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan kepada 159 kelompok usaha di wilayah Kecamatan Petasia Timur.
Dari jumlah tersebut, sekitar 95 kelompok masih aktif dan menjalankan usaha dengan baik hingga saat ini.
Sementara hingga tahun 2026, tercatat 1.658 kelompok usaha produktif di wilayah Morut telah terbentuk melalui dukungan program tersebut.
Menurut Delis, keberhasilan sebagian besar kelompok tersebut menunjukkan bahwa bantuan modal usaha dari pemerintah mampu mendorong masyarakat untuk membangun usaha yang berkelanjutan.
Salah satu penerima bantuan adalah Muhdar, ketua kelompok usaha yang bergerak di bidang pertanian hortikultura. Ia mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh pemerintah daerah.
Muhdar menjelaskan bahwa kelompoknya, Sinar Tani Desa Towara, telah menerima bantuan sejak tahap awal dan kini mendapatkan dukungan tambahan pada tahap pengembangan usaha.
"Kami tentu sangat bersyukur dengan bantuan yang diberikan daerah. Sampai saat ini kami bisa berjenjang ke tahap pengembangan dan mendapatkan tambahan bantuan. Ini sangat membantu usaha kami," ujarnya.
Muhdar juga menyampaikan bahwa hasil usaha pertanian yang dijalankan kelompoknya sudah memberikan manfaat nyata bagi kehidupan keluarga para anggotanya.
Penerima bantuan lainnya adalah Adri Sanjaya, pelaku usaha mebel yang telah menjalankan usahanya sejak tahun 2022.
Adri memproduksi berbagai kebutuhan rumah tangga seperti lemari, kusen pintu, dan berbagai produk kayu lainnya.
Ia mengatakan bahwa usaha mebel yang dijalankannya terus mengalami perkembangan sejak mendapatkan dukungan modal dari pemerintah.
Ketika ditanya oleh Bupati mengenai perkembangan usahanya, Adri menjawab bahwa usahanya semakin berkembang dan bantuan tambahan yang diterima akan semakin memperkuat usahanya.
Selain sektor pertanian dan industri kecil, program BKK juga menjangkau sektor peternakan. Salah satu penerima bantuan adalah Ariston Madi, warga Desa Bimor Jaya yang menjalankan usaha peternakan babi.
Ariston menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat membantu pengembangan usahanya. Ia juga menjelaskan bahwa jumlah ternak yang dikelola kelompoknya terus bertambah.
"Sangat membantu. Dengan bantuan ini usaha kami semakin berkembang," kata Ariston.
Bupati Delis berharap bantuan modal usaha melalui program BKK dapat terus mendorong perkembangan usaha masyarakat di Morut.
Ia menilai bahwa kelompok usaha yang berkembang tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan dan kesehatan anggota kelompok serta masyarakat secara umum.
Pemerintah daerah berharap usaha-usaha tersebut terus berkembang sehingga dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan Morowali Utara yang lebih sejahtera.
"Semoga usaha ini terus berkembang dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat menuju Morowaali Utara yang sejahtera," sebut Delis.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin