RADAR PALU – Banjir merendam dua desa di Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada Sabtu (7/3/2026) malam. Sedikitnya 391 kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak siang hingga malam.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah, banjir mulai terjadi sekitar pukul 19.00 WITA di Desa Moutong Tengah dan Desa Moutong Utara.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Asbudianto, menjelaskan banjir dipicu curah hujan dengan intensitas cukup tinggi yang berlangsung berjam-jam.
“Hujan terjadi sejak siang hingga malam hari sehingga debit air meningkat dan drainase tidak mampu menampung volume air yang cukup besar,” ujarnya dalam laporan resmi yang diterima, Sabtu malam.
Data sementara menunjukkan Desa Moutong Tengah menjadi salah satu wilayah yang terdampak dengan sekitar 50 kepala keluarga yang rumahnya terendam. Selain permukiman warga, banjir juga menggenangi sejumlah area persawahan.
Sementara itu di Desa Moutong Utara, jumlah warga terdampak lebih banyak. Tercatat sekitar 341 KK atau 1.089 jiwa ikut terdampak akibat genangan air yang masuk ke permukiman.
Meski merendam ratusan rumah warga, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat kejadian tersebut.
“Hingga saat ini nihil korban jiwa dan tidak ada warga yang mengungsi,” jelasnya.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Parigi Moutong bersama BPBD Provinsi Sulawesi Tengah langsung turun ke lokasi untuk melakukan assessment atau pendataan dampak banjir.
Petugas juga melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat guna memastikan kondisi warga serta perkembangan situasi di lapangan.
Saat ini kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur membaik setelah hujan berhenti. Air yang sempat merendam permukiman warga kini perlahan surut.
“Ketinggian air saat ini sekitar 15 sentimeter dan sudah mulai surut,” kata Asbudianto.
Meski situasi mulai terkendali, BPBD mencatat perlunya penanganan jangka panjang untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi. Salah satu kebutuhan mendesak di wilayah tersebut adalah pelebaran drainase agar mampu menampung debit air lebih besar ketika hujan deras.
BPBD Sulawesi Tengah juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas tinggi yang masih berpeluang terjadi di wilayah Parigi Moutong dalam beberapa waktu ke depan.***
Editor : Muhammad Awaludin