RADAR PALU – Kekecewaan warga Desa Mayayap dan Trans Mayayap, Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai, terhadap aktivitas tambang PT Integra Mining Nusantara Indonesia (IMNI) akhirnya memuncak. Ratusan warga dari dua desa tersebut melakukan aksi spontan dengan mendirikan tenda di ruas jalan yang menjadi jalur utama operasional perusahaan, Kamis (5/3/2026).
Tidak sekadar menyampaikan protes, warga secara tegas memboikot akses keluar masuk kendaraan operasional tambang. Tenda-tenda yang didirikan di badan jalan menjadi penanda bahwa masyarakat tidak lagi sekadar menyuarakan keluhan, tetapi mulai mengambil langkah langsung untuk menghentikan sementara aktivitas perusahaan di wilayah mereka.
Sejak pagi hari, warga mulai berdatangan ke lokasi jalan tambang dan secara swadaya mendirikan tenda di titik yang selama ini menjadi jalur lalu lintas kendaraan perusahaan. Aksi tersebut membuat aktivitas operasional tambang praktis terhambat karena kendaraan perusahaan tidak dapat melintas.
Langkah warga ini dipicu oleh sikap perusahaan yang dinilai tidak serius menanggapi berbagai keluhan masyarakat, terutama terkait dampak lingkungan yang disebut-sebut semakin dirasakan warga di sekitar wilayah tambang.
Sejumlah warga mengaku sudah berulang kali menyampaikan aspirasi dan keluhan, namun hingga kini belum ada langkah nyata dari pihak perusahaan untuk memberikan penjelasan ataupun solusi atas persoalan yang mereka hadapi.
Kondisi itu memicu kekecewaan yang akhirnya berubah menjadi aksi pemboikotan jalur operasional tambang.
Bagi warga, pendirian tenda di badan jalan bukan sekadar aksi protes, tetapi bentuk tekanan agar perusahaan mau membuka ruang dialog dan bertanggung jawab terhadap dampak aktivitasnya.
Dalam aksi tersebut, warga bahkan menyatakan siap bertahan dan bermalam di lokasi hingga ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan.
Tenda yang didirikan di jalur tambang disiapkan sebagai tempat berkumpul sekaligus tempat beristirahat selama aksi berlangsung.
Sementara itu, aparat keamanan dari kepolisian dan TNI terlihat berjaga di sekitar lokasi aksi. Pengamanan dilakukan untuk memastikan situasi tetap kondusif sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya gesekan antara warga dan pihak perusahaan.
Hingga berita ini diturunkan, ratusan warga masih bertahan di lokasi dengan tenda yang berdiri di tengah jalur operasional tambang. Mereka menegaskan tidak akan membuka akses tersebut sebelum ada respons jelas dari PT IMNI terkait tuntutan masyarakat.
Aksi ini menjadi sinyal kuat bahwa konflik antara masyarakat dan aktivitas tambang di wilayah Mayayap dan Trans Mayayap belum menemukan titik terang.
Jika tidak segera ditangani secara terbuka dan serius, ketegangan antara warga dan perusahaan berpotensi terus berlanjut.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin