RADAR PALU – Program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara (Morut) terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
Hingga tahun 2026, tercatat 1.658 kelompok usaha produktif telah terbentuk melalui dukungan program tersebut.
Bupati Morowali Utara (Morut) Delis Julkarson Hehi kembali menyerahkan bantuan peralatan usaha kepada kelompok penerima manfaat di Balai Desa Panca Makmur, Kecamatan Soyo Jaya, Kamis (5/3/2026).
Menurut Delis, program BKK dirancang untuk memperkuat ekonomi desa melalui pembentukan usaha-usaha produktif.
“Program BKK ini bertujuan menstimulasi pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Bantuan peralatan usaha membantu kelompok ekonomi produktif berkembang dan membuka peluang pendapatan baru,” kata Delis.
Berbagai jenis usaha kini berkembang melalui program tersebut, mulai dari usaha katering, penyewaan tenda dan kursi, sound system, usaha menjahit, pembuatan kue hingga jasa pertukangan.
Keberadaan usaha-usaha tersebut turut meningkatkan perputaran ekonomi di tingkat desa.
Delis juga mengungkapkan bahwa berbagai program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil.
Data dari Badan Pusat Statistik mencatat angka kemiskinan di Morowali Utara turun dari sekitar 15 persen pada 2022 menjadi sekitar 10 persen.
“Artinya ribuan masyarakat berhasil meningkatkan taraf hidup melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi,” jelasnya.
Selain penurunan angka kemiskinan, tingkat kesenjangan pendapatan di Morowali Utara juga tercatat sebagai yang terendah di antara 13 kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Morut, Andi Parenrengi, mengatakan program BKK desa telah berjalan sejak 2022 dan kini memasuki tahun keempat.
Program ini diperkuat melalui Program Percepatan Pembangunan Desa dan Kelurahan yang tidak hanya membentuk kelompok usaha baru, tetapi juga mengembangkan usaha yang telah berjalan.
Di Kecamatan Soyo Jaya sendiri sejak 2020 telah terbentuk 138 kelompok usaha ekonomi produktif yang terdiri dari kelompok perempuan, kelompok pemuda, serta kelompok usaha masyarakat desa.
Selain pengembangan usaha, sebagian anggaran BKK juga digunakan untuk perlindungan sosial melalui program BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja sektor informal.
Ketua TP-PKK Morut sekaligus anggota DPD RI Febriyanthi Hongkiriwang menilai program BKK menjadi inovasi daerah yang memberikan dampak langsung bagi ekonomi keluarga.
Menurutnya, bantuan dalam bentuk peralatan usaha lebih efektif dibandingkan bantuan uang tunai.
“Bantuan peralatan bisa langsung digunakan untuk menjalankan usaha sehingga membantu meningkatkan penghasilan keluarga,” ujarnya.
Penyerahan bantuan BKK di Kecamatan Soyo Jaya dirangkaikan dengan kegiatan Safari Ramadan Pemkab Morut serta buka puasa bersama masyarakat.***
Editor : Muhammad Awaludin