Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Dua Proyek Jembatan Morut Disorot, DPUPRKPD Pastikan Pembangunan Berlanjut

Ilham Nusi • Senin, 2 Maret 2026 | 12:42 WIB

PROYEK: Jembatan Tani Womparigi dan Jembatan Gantung Lemboroma, dua proyek APBD Morowali Utara 2025 yang disorot warga akibat keterbatasan anggaran. (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)
PROYEK: Jembatan Tani Womparigi dan Jembatan Gantung Lemboroma, dua proyek APBD Morowali Utara 2025 yang disorot warga akibat keterbatasan anggaran. (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)

RADAR PALU - Dua proyek pembangunan jembatan bertahap di Kabupaten Morowali Utara (Morut) menuai perhatian publik.

Menjawab sorotan tersebut, Dinas PUPRPKPD Morowali Utara memastikan seluruh pekerjaan tetap berlanjut hingga jembatan berfungsi optimal dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPRKPD Morut, Rapda Tobigo, menegaskan bahwa pemerintah daerah secara konsisten melanjutkan pembangunan infrastruktur jembatan melalui skema penganggaran bertahap, menyesuaikan kemampuan fiskal daerah.

Salah satu proyek yang menjadi perhatian ialah pembangunan Jembatan Gantung Desa Lemboroma, Kecamatan Lembo.

Pemerintah daerah mengalokasikan Rp199 juta melalui APBD 2025 untuk tahap awal pembangunan jembatan yang menghubungkan akses perkebunan masyarakat.

Rapda menjelaskan, pada tahap awal ini, pekerjaan memfokuskan pembangunan abutmen dan dua pilon utama jembatan.

"Kami menyesuaikan pekerjaan dengan ketersediaan anggaran agar proyek tetap berjalan dan berkelanjutan," ujar Rapda kepada Radar Palu, Senin (2/3/2026).

Proyek Jembatan Gantung Lemboroma dikerjakan oleh CV Momen Konstruksi dengan masa kerja 90 hari kalender sejak 17 September 2025.

Agar jembatan dapat segera digunakan masyarakat, pemerintah daerah merencanakan anggaran lanjutan sekitar Rp658 juta untuk menyelesaikan lantai jembatan, oprit, dan timbunan.

Selain itu, DPUPRKPD Morut juga melaporkan progres Jembatan Tani Desa Woomparigi, Kecamatan Bungku Utara.

Proyek ini memiliki nilai kontrak Rp181 juta dan dikerjakan oleh CV Abil selama 57 hari kalender sejak 5 November 2025.

Rapda menyebut, proyek ini berasal dari usulan desa melalui Program P3DK dan bertujuan mempertahankan kemantapan jembatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada tahap berjalan, pekerjaan meliputi pembangunan abutmen, dua wing wall, serta bangunan atas berbahan kayu.

Pemerintah daerah kembali menyiapkan anggaran lanjutan sekitar Rp100 juta untuk pembangunan oprit dan timbunan agar jembatan layak dilalui secara maksimal.

Rapda menambahkan, skema penganggaran bertahap menjadi strategi pemerintah daerah untuk menjaga keberlanjutan proyek infrastruktur, memastikan pembangunan tetap berjalan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Morut.

"Penganggaran bertahap kami terapkan agar proyek infrastruktur tetap berlanjut dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat," sebut Rapda.(***)



   

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Pembangunan tetap berjalan #Pemerintah merencanakan anggaran lanjutan #Pemda tetap konsisten #Jembatan gantung