Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Setahun Anwar–Reny: Antara Tekanan Anggaran dan Target Besar Sulteng

Muhammad Awaludin • Senin, 23 Februari 2026 | 05:30 WIB

Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido saat doa bersama satu tahun kepemimpinan di Masjid Raya Baitul Khairaat, Palu.
Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido saat doa bersama satu tahun kepemimpinan di Masjid Raya Baitul Khairaat, Palu.

RADAR PALU - Satu tahun pertama pemerintahan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido ditandai dengan suasana sederhana namun penuh simbol.

Doa bersama, dzikir, dan pembagian lebih dari 5.000 paket sembako digelar di Masjid Raya Baitul Khairaat, Palu, Minggu (22/2/2026). Bukan sekadar seremoni, momentum ini menjadi ruang refleksi atas tahun pertama yang tidak sepenuhnya mudah.

 

 

 

Di hadapan Forkopimda dan ribuan warga, Anwar mengakui tahun awal kepemimpinannya diwarnai penyesuaian fiskal nasional yang berdampak langsung pada kapasitas anggaran daerah. 

Namun ia menegaskan, keterbatasan bukan alasan menurunkan pelayanan.

“Di saat anggaran kita dipotong cukup besar, kami sepakat untuk tidak mengeluh. Pemerintah tidak boleh lemah,” ujarnya.

Di tengah tekanan itu, Pemprov Sulteng mencatat sejumlah indikator makro yang bergerak positif. Data BPS menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulteng 2025 naik menjadi 72,80 dari sebelumnya 72. 

Pertumbuhan ekonomi daerah juga disebut masih berada di papan atas nasional.

Program Sembilan Berani menjadi tulang punggung arah kebijakan. Pada sektor pendidikan, lewat Berani Cerdas, pemerintah menggandeng ratusan perguruan tinggi untuk skema pembiayaan langsung ke kampus.

“Mahasiswa tidak perlu lagi pusing biaya. Begitu ada keterangan dari kampus, langsung kami transfer,” kata Anwar.

Di sektor kesehatan, Berani Sehat diuji saat ribuan kepesertaan JKN dinonaktifkan secara nasional. Di Sulteng, lebih dari 111 ribu warga terdampak.

Pemprov membuka akses layanan cukup dengan KTP.

“Saya tidak ingin masyarakat takut berobat hanya karena kartu nonaktif,” tegasnya. 

Tahun 2025 juga mencatat sejarah baru: operasi jantung terbuka pertama di RSUD Undata. Ke depan, pendidikan dokter spesialis ditargetkan mulai berjalan 2026 bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin, dengan Undata sebagai rumah sakit pendidikan.

Di sisi lain, konektivitas wilayah menjadi perhatian. Ruas Sausu–Sigi yang kerap terdampak longsor mulai dibenahi untuk memperlancar distribusi hasil perkebunan.

Transportasi udara ikut digenjot. Rencana penerbangan langsung dari Tiongkok ke Palu pada April 2026 disiapkan. Bandara Mutiara SIS Al-Jufri juga didorong menjadi embarkasi haji. 

Anwar menilai geliat bandara akan berdampak langsung pada hotel, rumah makan, dan UMKM.

Ke depan, Palu juga diproyeksikan menjadi tuan rumah Fornas 2027. Pemerintah optimistis event nasional itu akan menggerakkan ekonomi lokal.

Menutup sambutannya, Anwar menyebut fondasi telah diletakkan, meski pekerjaan belum selesai.

“Kami sadar ini belum sempurna. Tapi arah sudah jelas,” katanya.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Anwar Hafid #Program Sembilan Berani #Radar Palu #Reny Lamadjido #IPM Sulawesi Tengah #Satu tahun kepemimpinan Sulteng