Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Bupati Morut Minta Dukungan Bappenas Percepat Infrastruktur Pelosok Pedesaan

Ilham Nusi • Minggu, 22 Februari 2026 | 12:43 WIB

MEMAPARKAN: Bupati Delis Julkarson Hehi di hadapan Menteri Rachmat Pambudy memaparkan kondisi infrastruktur Morut, Jumat (20/2/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)
MEMAPARKAN: Bupati Delis Julkarson Hehi di hadapan Menteri Rachmat Pambudy memaparkan kondisi infrastruktur Morut, Jumat (20/2/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)

RADAR PALU - Bupati Morowali Utara (Morut) Delis Julkarson Hehi meminta dukungan Bappenas untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah pelosok.

Permintaan tersebut disampaikan langsung kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy saat audiensi di Kantor Bappenas, Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Audiensi ini membahas kondisi kritis infrastruktur Morut, khususnya jalan kabupaten dan jembatan yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat agar konektivitas, akses kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat segera membaik.

Dalam pemaparan resmi, Bupati Delis menyampaikan data tahun 2025. Dari total 784,96 kilometer jalan kabupaten, sepanjang 535,68 kilometer atau 68,24 persen berada dalam kondisi rusak berat.

Ia menegaskan, kerusakan tersebut menghambat mobilitas warga, menekan pertumbuhan ekonomi daerah, serta menyulitkan akses layanan kesehatan di wilayah terpencil.

"Kami datang membawa data dan kondisi nyata di lapangan. Infrastruktur jalan bukan sekadar konektivitas, tetapi menyangkut keselamatan dan pelayanan dasar masyarakat," tegas Delis.

Bupati Delis mengungkap kondisi ekstrem di Desa Salubiro. Warga masih harus menandu pasien dan berjalan kaki sejauh 19,5 kilometer melewati medan pegunungan untuk mencapai fasilitas kesehatan.

"Ini adalah realitas yang tidak boleh terus terjadi. Kami berharap ada dukungan konkret dari pemerintah pusat agar ketimpangan akses ini bisa segera dituntaskan," ujarnya.

Pemkab Morut lantas mengajukan penanganan tiga koridor utama, yakni Tanakuraya-Salubiro, Panca Makmur-Tontowea, dan Mohoni-Petumbea.

Selain itu, Pemkab Morut mengusulkan pembangunan 10 jembatan strategis, termasuk Jembatan Lijo Sungai Bongka sepanjang 120 meter dan Jembatan Parangisi sepanjang 100 meter untuk memperkuat konektivitas antarwilayah.

Menteri Rachmat Pambudy mengapresiasi langkah proaktif Bupati Morut yang menyampaikan usulan berbasis data lapangan dan kondisi faktual.

"Kami mengapresiasi proaktifnya Bupati dalam menyampaikan usulan yang sangat spesifik dan berbasis data lapangan. Infrastruktur jalan dan jembatan merupakan urat nadi pertumbuhan ekonomi sekaligus akses pelayanan kesehatan," ujar Rachmat.

Ia menegaskan, wilayah dengan kerusakan infrastruktur yang berdampak langsung pada pelayanan dasar masyarakat akan menjadi perhatian dalam perencanaan nasional.

"Bappenas akan memberikan perhatian khusus pada titik-titik krusial, terutama koridor yang menghubungkan desa-desa terisolir. Kami akan mengawal koordinasi lintas kementerian agar penanganan infrastruktur Morowali Utara terintegrasi dalam program prioritas nasional," katanya.

Meski demikian, Rachmat Pambudy mengingatkan pentingnya pengawalan pembangunan di daerah agar kualitas infrastruktur benar-benar terjaga.

"Paling tidak persoalan jalan harus selesai. Tapi kalau dibangun tidak dikerjakan dengan baik, hasilnya juga tidak akan tuntas dan bisa rusak lagi," tegasnya.

Pertemuan ini terlaksana berkat fasilitasi Senator DPD RI asal Sulawesi Tengah, Febriyanthi Hongkiriwang.

Bupati Delis yang hadir bersama Kepala Bapelitbangda Morut Gerson Tandi dan Kepala DPUPRPKPD Destuber Mato'ori menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Senator Febriyanthi Hongkiriwang atas dukungan dan fasilitasi sehingga pertemuan strategis ini dapat terlaksana. Ini sangat berarti bagi percepatan pembangunan Morowali Utara," ujar Delis.

Sementara itu, Senator Febriyanthi Hongkiriwang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat demi kepentingan masyarakat.

"Itulah gunanya kolaborasi sehingga lebih mempermudah ketika daerah berurusan di pusat. Semoga kolaborasi ini memberi manfaat nyata bagi Sulawesi Tengah, khususnya Morowali Utara," ujar Febriyanthi.(***)



 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Mempermudah urusan daerah di pusat #Urat nadi pertumbuhan ekonomi #Mempermudah aktifitas masyarakat #Menyentuh kebutuhan masyarakat