RADAR PALU - Keluhan soal harga LPG 3 kilogram yang melonjak di Pasar Kolono, Bungku Timur, akhirnya sampai ke meja Pemprov Sulawesi Tengah.
Dalam rapat koordinasi Rabu (18/2), pemerintah memastikan langkah pengawasan dan operasi pasar segera dijalankan.
Rapat dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sulteng, Rudi Dewanto. Ia menegaskan LPG 3 Kg adalah barang subsidi untuk masyarakat kecil, sehingga harganya tidak boleh melenceng jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kita ingin memastikan distribusi tepat sasaran dan tidak memberatkan warga,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu, hadir unsur Satgas Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, perwakilan PT Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas Sulawesi Tengah, serta pemerintah kabupaten Morowali dan Morowali Utara secara virtual.
Dari laporan yang diterima, harga LPG 3 Kg di sejumlah titik penjualan disebut jauh di atas HET. Kondisi ini berdampak langsung ke pelaku usaha kecil dan rumah tangga berpenghasilan rendah.
Sebagai respons awal, Pemda Morowali dan Morowali Utara akan menggelar pasar murah dengan memperbanyak distribusi LPG 3 Kg. Distribusi dilakukan bersama Hiswana Migas dan Pertamina untuk menjaga pasokan tetap tersedia.
Pemerintah juga akan mengirimkan surat himbauan kepada pangkalan agar menjual sesuai HET. Pengecer diminta mengambil keuntungan sewajarnya.
Surat itu berlaku hingga 6 Maret 2026.
Jika setelah batas waktu tersebut harga masih tak terkendali, tim satgas provinsi bersama pemerintah kabupaten akan turun langsung melakukan inspeksi mendadak.
Opsi lain yang disiapkan adalah penataan ulang distribusi, termasuk kemungkinan penggantian sebagian LPG 3 Kg subsidi dengan LPG 5,5 Kg non-subsidi sesuai ketentuan.
Langkah ini disebut sebagai upaya menjaga keseimbangan antara pasokan, harga, dan perlindungan konsumen.***
Editor : Muhammad Awaludin