RADAR PALU – Status Bandara Mutiara Sis Aljufri sebagai bandara internasional tak hanya soal infrastruktur dan regulasi penerbangan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mulai menyiapkan sektor ekonomi kerakyatan agar ikut menikmati dampaknya.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Tengah, Sumarno, menegaskan bahwa mempertahankan dan mengembangkan eksistensi bandara internasional justru menjadi tantangan terbesar ke depan.
“Menggolkan status bandara internasional memang berat. Tapi yang paling berat adalah bagaimana status itu terus berkembang dan menjadi lebih maju,” ujarnya dalam FGD Pre Launching Bandara Mutiara Sis Al Jufri sebagai Bandara Internasional.
Sebagai bentuk dukungan, Dinas Koperasi dan UMKM kata Sumarno akan menyiapkan pelaku usaha lokal agar mampu menangkap peluang dari masuknya wisatawan mancanegara, khususnya dari Guangzhou, Tiongkok.
Menurut Sumarno, pihaknya akan mendorong UMKM untuk beradaptasi, baik dari sisi pelayanan maupun produk. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pelatihan bahasa asing, termasuk bahasa Mandarin, bagi pelaku usaha.
“Kami akan mencoba mendidik teman-teman UMKM atau wirausaha baru agar bisa melayani wisatawan China. Misalnya ada kafe atau pelaku usaha yang bisa berbahasa China,” jelasnya.
Selain peningkatan kapasitas SDM, Dinas Koperasi dan UMKM juga telah berkoordinasi dengan pihak bandara untuk menampilkan produk-produk unggulan UMKM Sulawesi Tengah di area Bandara Mutiara Sis Aljufri.
Ia menyebut, ruang promosi di bandara akan menjadi etalase strategis bagi produk lokal karena menjadi pintu gerbang keluar masuk wisatawan.
“Alhamdulillah sudah diberikan tempat untuk menampilkan produk UMKM. Mudah-mudahan ini bisa menjadi media promosi yang efektif,” katanya.
Sumarno menambahkan, kehadiran wisatawan dari Guangzhou dan kota-kota lain di Tiongkok harus disambut dengan keterbukaan dan kenyamanan.
Ia menekankan pentingnya dukungan semua pihak agar para turis merasa aman dan betah selama berada di Palu dan sekitarnya.
“Ketika mereka datang tentu ingin mengeksplor apa yang ada di Kota Palu. Ini butuh dukungan semua pihak supaya tercipta situasi yang nyaman,” tegasnya.
Ia berharap sinergi lintas sektor dapat memastikan bahwa pembukaan rute internasional tidak hanya menjadi seremoni, melainkan benar-benar berdampak pada pertumbuhan UMKM dan ekonomi daerah.(*)
Editor : Mugni Supardi