Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Palu–Guangzhou Resmi Dibuka, Siapa Cepat Booking Dia Dapat Kursi

Mugni Supardi • Jumat, 13 Februari 2026 | 09:24 WIB
Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar Capt. M. Mauludin (kanan) bersama Direktur Coco’s Tour, Lentono (kiri), di FGD Pre Launching Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, Kamis (13/2/2026)
Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar Capt. M. Mauludin (kanan) bersama Direktur Coco’s Tour, Lentono (kiri), di FGD Pre Launching Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, Kamis (13/2/2026)

RADAR PALU - Penerbangan charter rute Guangzhou–Palu yang dijadwalkan mulai 17 April 2026 tidak hanya menyasar wisatawan, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum, investor, hingga pekerja yang hendak melanjutkan perjalanan ke kawasan industri di Sulawesi Tengah.

Direktur Coco’s Tour, Lentono, mengungkapkan pihaknya akan menggandeng travel agent di Tiongkok maupun di dalam negeri untuk memastikan keterisian kursi pada penerbangan tersebut.

“Tiketnya nanti kita jual melalui platform, termasuk website kami, sehingga bisa di-booking langsung oleh masyarakat,” ujar Lentono kepada Jawa Pos Group Radar Palu usai menghadiri FGD Pre Launching Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, Kamis (13/2/2026).

Menurutnya, pasar yang dibidik cukup luas. Selain wisatawan asal Tiongkok yang ingin berkunjung ke Sulawesi Tengah, penerbangan ini juga membuka peluang bagi warga Sulteng yang ingin bepergian ke berbagai kota di Tiongkok.

“Bisa ke Hongkong, Guangzhou, Shenzhen. Karena di sana ada penerbangan lanjutan (connecting flight). Bahkan bisa sampai ke Zhangjiajie dan Chongqing,” jelasnya.

Tak hanya sektor pariwisata, penerbangan ini juga diproyeksikan mendukung arus investasi dan mobilitas tenaga kerja, terutama menuju kawasan industri Morowali dan sekitarnya.

“Investor yang akan datang bisa memanfaatkan penerbangan ini. Termasuk pekerja yang akan melanjutkan perjalanan ke Morowali. Jadi kita buka untuk umum,” tegasnya.

Lentono menjelaskan, skema yang digunakan adalah charter penuh (full charter), berbeda dengan penerbangan reguler yang dikelola langsung oleh maskapai.

“Kalau reguler, maskapai yang menjual sendiri tiketnya. Tapi untuk rute baru, biasanya maskapai tidak berani ambil risiko karena belum ada database penumpang. Jadi travel agent yang harus mengambil semua seat,” paparnya.

Artinya, seluruh kursi dalam penerbangan tersebut diborong terlebih dahulu oleh pihak travel, lalu dipasarkan kembali kepada masyarakat. Risiko keterisian kursi pun berada di pihak penyelenggara charter.

“Kalau kita tidak ambil risiko itu, penerbangan ini tidak akan terjadi. Maskapai pasti menghitung costing, apakah ada penumpangnya atau tidak. Karena selama ini belum ada penerbangan langsung, mereka belum punya datanya,” ujarnya.

Ia menambahkan, inisiatif membuka rute tersebut juga didorong oleh adanya hubungan antar pemerintah yang membuka peluang kerja sama penerbangan langsung Tiongkok-Palu.

Meski demikian, Lentono belum dapat memastikan jumlah penumpang pada setiap penerbangan.

“Kita buka untuk umum semua. Jadi tergantung siapa yang booking duluan,” tandasnya.(*)

Editor : Mugni Supardi
#Travel agent China Indonesia #Charter Guangzhou Palu #Penerbangan internasional Palu 2026 #Bandara Mutiara Palu #Investor Morowali #Penerbangan China Palu #Rute Guangzhou Palu #China Southern Airlines #Coco s Tour #Lentono Coco s Tour