RADAR PALU - Data terbaru menunjukkan lebih dari 111 ribu warga Sulawesi Tengah berstatus PBI JKN kini nonaktif.
Pemprov memastikan layanan kesehatan tetap berjalan lewat Program BERANI Sehat, agar warga tidak tertahan urusan administrasi.
Penonaktifan itu tertuang dalam SK 3 HUK Tahun 2026 dan tersebar di seluruh kabupaten/kota di Sulteng.
Parigi Moutong mencatat angka tertinggi, 18.584 jiwa. Disusul Poso 16.366 jiwa, Toli-Toli 11.403 jiwa, dan Banggai 11.111 jiwa.
Donggala 9.241 jiwa, Buol 8.117 jiwa, Sigi 7.774 jiwa, Morowali Utara 6.184 jiwa, serta Kota Palu 5.705 jiwa.
Sementara Morowali 5.397 jiwa, Banggai Kepulauan 4.898 jiwa, Tojo Una-Una 3.620 jiwa, dan Banggai Laut 2.790 jiwa.
Wakil Gubernur Sulteng Reny Lamadjido mengatakan kondisi itu sudah diantisipasi melalui Program BERANI Sehat.
“Kalau sama sekali tidak punya JKN, langsung kita masukkan ke Berani Sehat. Jadi sudah kami siapkan dari awal,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, warga cukup menunjukkan KTP Sulawesi Tengah untuk tetap mendapatkan pelayanan medis di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Gubernur Anwar Hafid menambahkan, program tersebut juga menjawab kekhawatiran masyarakat terhadap pembiayaan penyakit yang membutuhkan perawatan jangka panjang.
Pemprov saat ini juga melakukan sinkronisasi data bersama pemerintah kabupaten dan kota agar kepesertaan bantuan iuran lebih tepat sasaran.
Langkah ini sekaligus menjaga cakupan jaminan kesehatan daerah tetap stabil di tengah perubahan data kepesertaan dari pusat.
Secara nasional, pembaruan dan verifikasi data PBI JKN dilakukan berkala untuk memastikan ketepatan sasaran. Sejumlah daerah kemudian menyiapkan skema pendamping agar akses layanan kesehatan masyarakat tidak terputus.***
Editor : Muhammad Awaludin