Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Angka Kemiskinan Sulawesi Tengah Turun ke 10,52 Persen, Terendah Sepanjang Sejarah

Muhammad Awaludin • Jumat, 6 Februari 2026 | 06:00 WIB
Ilustrasi aktivitas warga di kawasan permukiman Sulawesi Tengah, seiring turunnya angka kemiskinan berdasarkan data BPS September 2025.
Ilustrasi aktivitas warga di kawasan permukiman Sulawesi Tengah, seiring turunnya angka kemiskinan berdasarkan data BPS September 2025.

RADAR PALU - Kondisi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah mencatat perbaikan baru. Angka kemiskinan kembali turun dan mencapai titik terendah sejak provinsi ini terbentuk.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah mencatat persentase penduduk miskin pada September 2025 sebesar 10,52 persen. 

 

 

 

Dalam rilis resmi yang disampaikan 5 Februari 2026, BPS menyebut angka tersebut turun 0,40 persen poin dibandingkan Maret 2025. 

Secara jumlah, penduduk miskin berkurang 10,81 ribu orang. Dari sebelumnya 356,19 ribu orang menjadi 345,38 ribu orang pada September 2025.

Penurunan terjadi baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Di kota, tingkat kemiskinan turun dari 6,98 persen menjadi 6,40 persen.

Di perdesaan, persentase penduduk miskin juga menurun dari 12,93 persen menjadi 12,66 persen. Selama ini, wilayah perdesaan menjadi kantong kemiskinan terbesar di Sulawesi Tengah.

BPS mencatat, jumlah penduduk miskin di perkotaan berkurang sekitar 5,08 ribu orang, sementara di perdesaan turun 5,74 ribu orang. 

Meski angka kemiskinan menurun, tekanan biaya hidup masih terasa. Garis kemiskinan pada September 2025 naik menjadi Rp664.691 per kapita per bulan, atau meningkat 6,38 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Komoditas makanan masih menjadi faktor dominan pembentuk garis kemiskinan, dengan kontribusi hampir 75 persen. Beras tercatat sebagai penyumbang terbesar, baik di perkotaan maupun perdesaan.

Rokok kretek filter kembali menjadi penyumbang terbesar kedua setelah beras. Di perkotaan, kontribusinya mencapai 13,24 persen, sementara di perdesaan 12,89 persen.***

Untuk komoditas nonmakanan, biaya perumahan, bensin, dan listrik masih menjadi beban utama pengeluaran masyarakat miskin.

BPS menjelaskan, penurunan kemiskinan didorong oleh kinerja ekonomi daerah yang relatif kuat. Pada Triwulan III-2025, ekonomi Sulawesi Tengah tumbuh 7,79 persen secara tahunan.

Tingkat pengangguran terbuka juga turun menjadi 2,92 persen pada Agustus 2025. Kondisi ini menunjukkan penyerapan tenaga kerja yang membaik.

Secara nasional, angka kemiskinan Indonesia juga menunjukkan tren menurun sepanjang 2025, meski dengan tekanan inflasi pangan yang masih terasa. Di kawasan Sulawesi, Sulawesi Tengah berada di posisi kemiskinan tertinggi kedua setelah Gorontalo.

Editor : Muhammad Awaludin
#data kemiskinan 2025 #kemiskinan Sulawesi Tengah #Radar Palu #kesejahteraan masyarakat Sulteng #angka kemiskinan Sulteng #BPS Sulawesi Tengah