RADAR PALU - Panen perdana udang vaname di Palu Utara tak sekadar menandai keberhasilan satu tambak. Di baliknya, ada sinyal arah kebijakan yang ingin mendorong budidaya perikanan sebagai penggerak ekonomi daerah.
Udang vaname, dengan daya tahan tinggi dan nilai jual stabil, mulai ditempatkan sebagai salah satu tumpuan baru sektor perikanan budidaya Sulawesi Tengah.
Panen perdana itu berlangsung di tambak intensif milik H. Fahmi Thalib, Kelurahan Taipa, Kecamatan Palu Utara, Kamis (5/2). Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, hadir langsung menyaksikan hasil budidaya yang dinilai berhasil menerapkan prinsip pengelolaan yang baik dan berkelanjutan.
Menurut Reny, pengembangan udang vaname sejalan dengan fokus program daerah Berani Tangkap Banyak, khususnya pada sektor perikanan budidaya. Komoditas ini dinilai adaptif terhadap kondisi lingkungan dan memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan bagi pembudidaya lokal.
Keberhasilan panen tersebut disebut sebagai contoh nyata yang bisa direplikasi oleh kelompok-kelompok budidaya binaan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah. Model tambak intensif dengan pengelolaan terukur dinilai membuka peluang peningkatan produksi tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan.
“Harapannya, hasil ini memberi manfaat langsung bagi kesejahteraan pembudidaya dan menjadi pemantik semangat bagi kelompok lainnya,” ujar Reny.
Pemerintah provinsi, lanjut Reny, juga siap berperan sebagai penghubung antara kelompok budidaya dengan perbankan maupun pelaku usaha skala besar. Langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat ekosistem budidaya vaname sebagai bagian dari ekonomi biru Sulawesi Tengah.
“Intinya, Berani Tangkap Banyak bagaimana semua orang bisa sejahtera,” katanya.
Acara panen tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng Yopie M.I. Patiro, jajaran dinas terkait, perwakilan perbankan, pengusaha, serta praktisi dan penggiat budidaya udang vaname.***
Editor : Muhammad Awaludin