RADAR PALU - Jembatan yang menghubungkan Desa Potugu, Kecamatan Momunu, di Kabupaten Buol dengan lokasi perkebunan masyarakat saat ini kian membahayakan untuk dilewati warga petani.
Jembatan yang memiliki panjang kurang lebih 200 meter ini, terbentang di sungai Buol, masih berlantai papan kayu terlihat sudah lapuk dan kondisinya parah.
Pantauan media ini, beberapa waktu sebelumnya warga dan pemerintah desa sudah beberapa kali melakukan perbaikan dan mengganti lantai papan yang rusak, namun tidak bertahan lama sudah rusak lagi.
Hal ini membuat warga petani yang ingin pergi berkebun setiap hari, harus berhati-hati saat melintasi jembatan tersebut.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ahmad Yani, kepada Radar Palu, Jawa Pos group, mengatakan, bahwa jembatan gantung di Desa Potugu ini sebelumnya dibangun dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Buol.
Namun untuk tahun ini, belum bisa dianggarkan di daerah sebab masih terjadi pemangkasan anggaran besar-besaran tahun ini di pusat, sehingga pembangunan jembatan im harus diusulkan ke pusat untuk disiapkan dana yang lebih besar.
Ia, menjelaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol melalui Dinas PUPR telah mengusulkan ke pusat melalui kementrian terkait.
"Tahun 2025 kita sudah usulkan pembangunan dan perbaikannya, semoga saja tahun ini cepat direalisasikan," kata Ahmad Yani, Selasa (3/2/2026).
Ahmad Yani juga menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini memerlukan dana yang cukup besar, sehingga perlu dilakukan pengusulan ke pusat. Sementara, di pihak warga Desa Potugu berharap agar jembatan ini segera diperbaiki atau dibangun kembali, agar mereka dapat mengakses perkebunan dengan aman.
"Semoga saja jembatan ini dapat segera diperbaiki, dan warga dapat melintas dengan aman pulang pergi setiap hari di lahan pertanian, "demikian Kabid Ahmad Yani. (***)
Editor : Muchsin Siradjudin