Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

DPRD Sulteng Hadiri Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Tinombala Tahun 2026

Muchsin Siradjudin • Rabu, 4 Februari 2026 | 11:03 WIB
HADIR: Waket Komisi I DPRD Sulteng, Elisa Bunga Allo, saat menghadiri apel gelar Pasukan keselamtan Tinombala tahun 2026.(Senin (2/2/2026).(FOTO: HUMAS DPRD SULTENG/RADAR PALU).
HADIR: Waket Komisi I DPRD Sulteng, Elisa Bunga Allo, saat menghadiri apel gelar Pasukan keselamtan Tinombala tahun 2026.(Senin (2/2/2026).(FOTO: HUMAS DPRD SULTENG/RADAR PALU).

RADAR PALU - Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Teangah (Sulteng), diwakili Wakil Ketua (Waket) Komisi I DPRD Sulteng, Elisa Bunga Allo, pada pelaksanaan apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Tinombala tahun 2026.

Diselenggarakan Polda Sulteng, dengan Tema "Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026," pada Senin (2/2/2026).

Apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Tinombala tahun 2026, dipimpin Wakapolda Sulteng Brigjen Pol Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf.

Gubernur Sulteng, diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan Pemprov Sulteng Dr. Farid Lembah, dan dihadiri oleh anggota Forkopimda Sulteng, serta seluruh jajaran Polda Sulteng, dan para tamu undangan lainnya.

Terkait kegiatan tersebut, Waket Komisi I DPRD Sulteng Elisa Bunga Allo, mewakili Ketua DPRD Sulteng menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada jajaran Polda Sulteng beserta seluruh jajaran TNI, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng, dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam apel gelar Pasukan Operasi Keselamatan Tinombala tahun 2026.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud nyata komitmen bersama dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya keselamatan berlalu lintas. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama.

“Saya berharap, Operasi Keselamatan Tinombala tahun 2026 mampu menjadi momentum edukatif dan persuasif bagi masyarakat sulteng untuk semakin tertib berlalu lintas, mematuhi aturan, serta menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan bersama, bukan sekadar kewajiban, “ kata Elisa.

“Kepada seluruh personel yang bertugas, saya berharap agar senantiasa mengedepankan pendekatan humanis, profesional, dan berintegritas, “ serunya.

Menurutnya, kehadiran aparat di lapangan harus menjadi simbol perlindungan, pelayanan, dan pengayoman yang menenangkan masyarakat.

“Semoga melalui operasi ini, situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di sulteng semakin kondusif, serta mampu mendukung kelancaran pelaksanaan Operasi Ketupat tahun 2026. Mari kita bergandengan tangan demi mewujudkan Sulteng yang aman, damai, dan semakin tertib dalam berlalu lintas, “ pungkasnya.(***)

 

 

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Semakin tertib berlalulintas #Edukatif dan persuasif #Menenangkan masyarakat #Simbol perlindungan