RADAR PALU - Tren pemanasan udara di Sulawesi Tengah terus berlanjut. Data Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Lore Lindu Bariri, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menunjukkan kondisi iklim 2024-2025 masih diwarnai suhu ekstrem, sementara tahun 2026 diprakirakan berada pada kategori normal hingga di atas normal.
Gambaran tersebut disampaikan dalam kegiatan Kaleidoskop Iklim, Kaleidoskop Kualitas Udara Tahun 2025 dan Prakiraan Iklim Tahun 2026 yang dirilis oleh BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri, yang digelar Senin (26/1/2025) Via Zoom Meeting bersama stakeholder terkait.
Berdasarkan data SPAG Lore Lindu Bariri yang disampaikan oleh Kepala Seksi Data dan Informasi Solih Affandi, pada 2024 suhu udara maksimum tercatat mencapai 39,63 derajat Celsius. Sementara pada 2025, suhu tertinggi masih berada di level ekstrem sebesar 38,8 derajat Celsius.
"Suhu minimum bahkan turun hingga 10,1 derajat Celsius pada 2025, menunjukkan rentang suhu harian yang semakin lebar," ungkapnya.
SPAG Lore Lindu Bariri mencatat adanya anomali suhu positif sepanjang 2025 sebagai indikator kecenderungan iklim yang semakin hangat. Kondisi tersebut diperkirakan lebih terasa di wilayah pesisir dan dataran rendah yang memiliki tingkat paparan radiasi matahari lebih tinggi.
Dalam pemaparan Climate Outlook 2026, SPAG Lore Lindu Bariri memprakirakan suhu udara rata-rata di Sulawesi Tengah akan berada pada kondisi normal hingga di atas normal. Tren pemanasan ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer regional serta peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer.
Olehnya itu, SPAG Lore Lindu Bariri mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak suhu tinggi, terutama pada sektor kesehatan, pertanian, dan ketersediaan sumber daya air.
Risiko dehidrasi, stress panas, hingga penurunan produktivitas pertanian dinilai menjadi ancaman nyata apabila langkah adaptasi tidak dilakukan sejak dini.(acm)
Editor : Mugni Supardi