RADAR PALU - Peringatan 25 tahun Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) tidak dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata. BAZNAS justru menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum BAZNAS Provinsi Sulawesi Tengah, Hatamudin saat pelaksanaan HUT BAZNAS ke 25 yang digelar di Kantor Baznas Sulteng, Sabtu (17/1/2026.
Hatamudin mengatakan bahwa sejak dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 dan Keputusan Presiden RI Nomor 8 Tahun 2001, BAZNAS hadir sebagai lembaga resmi negara yang bertugas mengelola dana umat secara profesional dan akuntabel.
"Usia 25 tahun ini menjadi momentum refleksi dan penguatan kerja-kerja BAZNAS di lapangan, bukan sekadar perayaan. Fokus kami adalah bagaimana zakat benar-benar memberi dampak bagi masyarakat miskin," ujar Hatamudin dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, selama ini BAZNAS telah berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan melalui berbagai program pemberdayaan.
Di Sulawesi Tengah, ada program unggulan yang dijalankan antara lain Rumah Sehat BAZNAS, Microfinance, Kampung Zakat, Santri Preneur, Beasiswa, Rumah layak huni BAZNAS, pengentasan kemiskinan ekstrim, penanganan stunting, hingga BAZNAS tanggap bencana.
Menurut Hatamudin, seluruh program tersebut dirancang agar bantuan yang disalurkan tidak bersifat konsumtif semata, tetapi mendorong kemandirian ekonomi mustahik.
“Pendayagunaan zakat diarahkan agar mustahik bisa bertransformasi menjadi muzaki. Ini yang terus kami dorong melalui program ekonomi dan pendidikan,” jelasnya.
Selain itu, BAZNAS Sulteng juga menyelaraskan programnya dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui lima program prioritas, yakni Sulteng Sejahtera, Sulteng Peduli, Sulteng Sehat, Sulteng Cerdas, dan Sulteng Taqwa.
Hatamudin menegaskan, kepercayaan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan zakat. Karena itu, BAZNAS berkomitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengumpulan maupun penyaluran ZIS.
“Kami terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar zakat benar-benar menjadi instrumen pembangunan sosial yang efektif,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT BAZNAS Sulteng, Hasan Lasiata menyampaikan bahwa sesuai dengan instruksi yang disampaikan oleh BAZNAS pusat, bahwa dalam rangka memperingati HUT BAZNAS sebisa mungkin dirayakan dengan cara yang sederhana.
Selain itu dalam merayakan HUT BAZNAS, terdapat pemeriksaan kesehatan gratis di Masjid Baitul Khairaat pada jumat subuh berkah yang bekerjasama dengan Rumah Sehat BAZNAS Kota Palu.
"Ada anjangsana ke 3 rumah sakit yaitu Anutapura, Undata dan Sindhu Trisno untuk memberikan bantuan bagi 28 pasien dhuafa di kelas 3. Melaksanakan sunnatan massal yang sekarang sementara berlangsung di Kantor Baznas Sulteng," rincinya.
Adapun pemberian sembako bagi lansia sebanyak 150 dan pembagian sembako bagi mustahik sebanyak 350 serta penyerahan bantuan beasiswa SMP, SMA, dan Mahasiswa dengan total keseluruhan 104 orang.
"Masing-masing menerima ialah SMP 18 orang, SMA 37 orang dan S1 49 orang," katanya.
Dirinya juga melaporkan kepada Wakil gubernur bahwa BAZNAS pusat telah memberikan instruksi untuk BAZNAS Provinsi, kabupaten/kota dalam pendayagunaan zakat, infak sedekah diwajibkan bisa menurunkan angka kemiskinan sebesar 3 persen bagi masyarakat di Sulawesi Tengah.
"Karena itu kepada wakil gubernur, Baznas Provinsi, kabupaten dan kota butuh kolaborasi bersama dalam program penurunan angka kemiskinan di Sulawesi Tengah," tandasnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi