RADAR PALU – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu memberikan klarifikasi resmi terkait keluhan masyarakat mengenai antrean panjang dan ketersediaan fasilitas rontgen gigi yang belakangan viral di media sosial.
Wakil Direktur RSUD Undata Palu, Muh. Natsir, menjelaskan bahwa keluhan tersebut berkaitan dengan lonjakan jumlah pasien di Poli Gigi dan Mulut pada Senin, 12 Januari 2026. Berdasarkan evaluasi internal, total pasien yang datang pada hari itu mencapai 106 orang.
“Rinciannya, pasien Bedah Mulut sebanyak 65 orang, Gigi Endodonti 22 orang, dan Gigi Pedodonsia atau gigi anak sebanyak 19 orang,” kata Muh. Natsir dalam keterangan tertulis, Selasa (13/1/2026).
Ia menambahkan, pada Selasa (13/1/2026), jumlah pasien Bedah Mulut yang terdaftar dan memperoleh nomor antrean tercatat sebanyak 47 orang. Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya penumpukan antrean yang berdampak pada kenyamanan pasien.
Sebagai langkah perbaikan layanan, RSUD Undata Palu kini menerapkan sistem pendaftaran daring melalui aplikasi Mobile JKN. Melalui aplikasi tersebut, pasien dapat mendaftar, memilih jadwal layanan, serta memantau antrean secara mandiri.
“Dengan Mobile JKN, pasien tidak perlu datang bersamaan sejak pagi hari sehingga penumpukan antrean di loket pendaftaran maupun poli rawat jalan bisa dikurangi,” jelasnya.
Terkait ketiadaan layanan rontgen gigi, Muh. Natsir mengungkapkan bahwa alat foto panoramic gigi milik RSUD Undata Palu saat ini mengalami kerusakan dan belum dapat difungsikan secara optimal meskipun telah dilakukan perbaikan.
Menurutnya, pengadaan alat rontgen gigi tersebut sebenarnya telah dianggarkan pada anggaran perubahan tahun 2025. Namun, keterbatasan waktu pengadaan membuat penyedia tidak dapat merealisasikannya sehingga anggaran dikembalikan ke kas daerah.
“Pengadaan alat foto panoramic gigi telah kami anggarkan kembali untuk tahun 2026,” ujarnya.
Sambil menunggu realisasi pengadaan alat baru, RSUD Undata Palu bekerja sama dengan laboratorium swasta di Kota Palu agar kebutuhan pemeriksaan penunjang pasien tetap terpenuhi.
Muh. Natsir menegaskan, manajemen RSUD Undata Palu berkomitmen melakukan pembenahan layanan secara bertahap, baik dari sisi sarana dan prasarana, sistem pelayanan, maupun kenyamanan pasien.
“Kami berupaya agar pelayanan kesehatan yang diberikan semakin optimal dan sesuai dengan harapan masyarakat,” tegasnya.
Sebelumnya, keluhan terhadap layanan RSUD Undata Palu ramai diperbincangkan di media sosial setelah sastrawan asal Kota Palu, Muh. Isnaeni Muhidin atau Neni Muhidin, mengunggah pengalaman pribadinya sebagai pasien melalui akun Instagram @neni_muhidin, Senin (12/1/2026).
Dalam unggahannya, Neni menyoroti panjangnya antrean pasien serta ketiadaan fasilitas rontgen gigi yang disebut telah terjadi sejak 2022. Ia mengaku datang sejak pukul 07.45 WITA, namun hingga siang hari belum mendapatkan pelayanan.
Unggahan tersebut memicu beragam respons dari warganet. Sejumlah warganet lain juga membagikan pengalaman serupa terkait antrean dan proses rujukan layanan kesehatan.***
Editor : Muhammad Awaludin